Bursa Saham

IHSG Melemah 1,51% ke 6.147, Saham GOTO hingga INCO Tertekan

55
×

IHSG Melemah 1,51% ke 6.147, Saham GOTO hingga INCO Tertekan

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik penurunan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 1,51% ke level 6.147 pada perdagangan Senin (28/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam sebesar 94,03 poin atau 1,51% ke level 6.147,85 pada akhir sesi perdagangan Senin (28/9/2026). Sentimen negatif yang membebani pasar modal domestik ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global dan domestik yang memicu aksi jual masif.

Data perdagangan mencatat sebanyak 532 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 180 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 81 saham lainnya terpantau bergerak stagnan sepanjang hari.

Total volume perdagangan saham mencapai 36,82 miliar unit dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 12,28 triliun. Tekanan jual yang luas menyebabkan mayoritas indeks sektoral terperosok ke zona merah.

Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan kontraksi terdalam sebesar 4,46%. Penurunan signifikan juga dialami sektor barang baku yang jatuh 3,33% serta sektor barang konsumen siklikal yang melemah 3,04%.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau di tengah sentimen negatif pasar. Sektor transportasi menguat 0,47% dan sektor energi mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,04%.

Kinerja negatif IHSG hari ini beriringan dengan tekanan pada nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda terpantau kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan sentimen domestik.

Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi top loser setelah anjlok 14%. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyusul dengan pelemahan 5,98% dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 5,68%.

Sebaliknya, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin kenaikan LQ45 dengan penguatan 3,33%.

Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 3,10%. Selain itu, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) turut menguat 2,91% di akhir sesi perdagangan.

Pelemahan IHSG ini mencerminkan kehati-hatian investor yang merespons berbagai sentimen dari dalam maupun luar negeri. Kondisi pasar yang fluktuatif diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan pergerakan rupiah yang terus mendekati level Rp 18.000 per dolar AS.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati perkembangan kebijakan ekonomi lebih lanjut untuk melihat potensi pembalikan arah. Analis menilai volatilitas tinggi pada sektor teknologi dan barang baku menjadi cerminan dari respons pasar terhadap penyesuaian suku bunga dan data inflasi terkini.

Volume transaksi yang mencapai puluhan miliar saham menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan di tengah aksi ambil untung maupun pemangkasan posisi oleh investor institusi. Stabilitas pasar ke depan sangat bergantung pada sentimen makroekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat.