JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoretis saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) sebesar Rp131 per lembar pada Selasa (22/9/2026). Penyesuaian ini diberlakukan seiring dengan dimulainya periode ex-right pasca-aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue berskala jumbo.
Harga teoretis tersebut mengalami penurunan signifikan dari harga penutupan saat cum-right yang berada di level Rp2.560 per saham. Penyesuaian ini merupakan mekanisme standar bursa akibat aksi korporasi dan bukan mencerminkan penurunan nilai pasar murni dari saham perseroan.
Pada perdagangan hari yang sama, saham FORU tercatat anjlok 93,13% ke level Rp176 per saham. BEI menekankan bahwa investor harus mencermati angka tersebut sebagai dampak penyesuaian harga teoretis dari aksi korporasi yang dilakukan perusahaan.
Aksi rights issue ini melibatkan penerbitan sebanyak-banyaknya 215,096 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham, perusahaan berpotensi meraup dana serta nilai penyetoran inbreng hingga Rp27,1 triliun.
Rasio rights issue ditetapkan sebesar 100:46,235, di mana setiap pemegang 100 saham lama berhak atas 46,235 HMETD. Hak tersebut dapat digunakan untuk membeli saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp126 per lembar.
Pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte. Ltd. (IMR AH), dipastikan akan melaksanakan haknya dengan menyetorkan modal dalam bentuk inbreng. IMR AH akan menyetorkan 49% kepemilikan pada PT Borneo Prima yang bernilai sekitar Rp20,82 triliun.
Struktur kepemilikan FORU berpotensi mengalami perubahan drastis setelah aksi ini selesai. Pemegang saham lama yang tidak menebus haknya terancam mengalami dilusi kepemilikan hingga 99,78%.
Dalam skenario terburuk bagi pemegang saham publik yang tidak mengeksekusi haknya, kepemilikan masyarakat dapat terdilusi hingga tersisa 0,06%. Sementara itu, IMR AH berpotensi menguasai hingga 99,94% saham perusahaan.
Recording date untuk menentukan pemegang saham yang berhak atas HMETD jatuh pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB. Sertifikat bukti HMETD dijadwalkan didistribusikan pada 24 September 2026.
Saham baru hasil rights issue akan mulai dicatatkan di BEI pada 25 September 2026. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung mulai 25 September hingga 6 Oktober 2026.
Selain harga saham, BEI juga melakukan penyesuaian harga dasar untuk penghitungan Indeks Harga Saham Individual (IHSI). Harga dasar baru ditetapkan sebesar 6.652 dari sebelumnya 130.
Manajemen FORU dalam keterbukaan informasinya menyoroti risiko ketergantungan pada operasional entitas anak. Gangguan pada entitas anak dinilai dapat memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan ke depan.






