Bursa Saham

Buyback Saham KLBF Jadi Katalis, Laba Diproyeksi Tumbuh Mulai 2027

76
×

Buyback Saham KLBF Jadi Katalis, Laba Diproyeksi Tumbuh Mulai 2027

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor PT Kalbe Farma Tbk dengan logo perusahaan terlihat jelas di area perkantoran Jakarta.
PT Kalbe Farma Tbk menyiapkan dana Rp500 miliar untuk program buyback saham mulai 17 September 2026.

JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan program pembelian kembali saham (share buyback) dengan alokasi dana internal mencapai Rp 500 miliar. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 17 September hingga 17 Desember 2026.

Langkah strategis ini dinilai sebagai katalis positif bagi valuasi saham perseroan di tengah tantangan tekanan margin yang membayangi kinerja keuangan tahun berjalan. Analis UBS Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa program ini mengirimkan sinyal kepercayaan manajemen terhadap harga saham perusahaan saat ini.

Estimasi perhitungan menunjukkan bahwa buyback tersebut berpotensi mendorong laba per saham (earnings per share/EPS) sebesar 1,1% berdasarkan kinerja tahun 2025. Meskipun perseroan harus menanggung pengurangan pendapatan bunga sekitar Rp 8,4 miliar, penurunan jumlah saham beredar dianggap memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Kinerja operasional KLBF sepanjang tahun 2026 diproyeksikan mencatat pendapatan sebesar Rp 40,42 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp 35,33 triliun. Namun, laba bersih diprediksi terkoreksi menjadi Rp 3,56 triliun dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 3,67 triliun.

Penurunan laba tersebut dipicu oleh penyusutan margin EBIT yang diperkirakan turun menjadi 11,1% pada 2026 dari level 13,2% di tahun 2025. Kondisi ini mencerminkan tekanan struktural akibat kenaikan biaya bahan baku impor yang diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah.

Kendati menghadapi tantangan margin, analis menilai tahun 2026 sebagai titik terendah bagi profitabilitas Kalbe Farma. Pemulihan margin diprediksi akan terjadi secara bertahap mulai tahun 2027 melalui penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan optimalisasi bauran produk.

Proyeksi laba bersih perseroan diprediksi kembali menanjak ke angka Rp 3,75 triliun pada 2027 dan Rp 3,97 triliun pada 2028. Seiring dengan perbaikan tersebut, EPS diperkirakan tumbuh dari Rp 78 pada 2026 menjadi Rp 82 pada 2027 dan Rp 87 pada 2028.

Dalam jangka panjang, pertumbuhan bisnis Kalbe Farma dinilai tetap solid dengan target pendapatan mencapai Rp 54,07 triliun pada tahun 2030. Laba bersih pada periode tersebut diproyeksikan mampu menyentuh level Rp 4,46 triliun.

Investor tetap diminta mencermati beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan ke depan. Risiko tersebut meliputi tingkat persaingan industri, lonjakan biaya operasional, volatilitas rupiah, serta potensi penurunan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi.

Berdasarkan analisis metode discounted cash flow (DCF), rekomendasi buy atau beli tetap dipertahankan untuk saham KLBF. Target harga untuk periode 12 bulan ke depan ditetapkan pada level Rp 1.100 per saham.

Aksi korporasi ini muncul di tengah dinamika sektor kesehatan yang terus melakukan ekspansi di Indonesia. Selain Kalbe Farma, emiten kesehatan lainnya seperti MIKA, SILO, dan HEAL juga menjadi perhatian pelaku pasar dalam menakar prospek pertumbuhan industri medis di tengah ketidakpastian ekonomi global.