Bursa Saham

Saham GOTO Anjlok 14% ke Level Rp 43 Usai Aturan ARA Baru

75
×

Saham GOTO Anjlok 14% ke Level Rp 43 Usai Aturan ARA Baru

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga saham GOTO di layar monitor bursa efek
Saham GOTO anjlok 14 persen ke level Rp 43 setelah BEI menghapus batas bawah harga saham.

JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penurunan signifikan sebesar 14 persen menjadi Rp 43 per lembar saham pada perdagangan awal Senin (28/9/2026). Pergerakan ini terjadi merespons kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menghapus batas bawah harga saham di level Rp 50.

Sebelum kebijakan ini diberlakukan, saham GOTO sempat tertahan di level “gocap” atau Rp 50 selama hampir empat bulan terakhir. Penghapusan batas harga minimum tersebut memicu tekanan jual yang cukup masif.

Investor yang sebelumnya tidak dapat melakukan aksi jual karena terbentur batas harga minimum kini memiliki ruang untuk melepas kepemilikannya. Fenomena serupa juga menimpa sejumlah saham lain yang selama ini tertahan di level harga minimum tersebut.

Batas harga Rp 50 sendiri telah diberlakukan selama lebih dari satu dekade. Kebijakan ini awalnya bertujuan melindungi investor ritel dari penurunan harga yang drastis.

Namun, BEI menilai aturan tersebut perlu diubah untuk meningkatkan likuiditas pasar. Langkah ini sekaligus menjadi respon atas peringatan MSCI terkait potensi penurunan peringkat pasar saham Indonesia.

Di pasar saham global, batasan harga minimum seperti itu tergolong jarang ditemukan. Bursa utama biasanya lebih mengandalkan mekanisme circuit breaker atau penghentian perdagangan untuk meredam volatilitas harga yang ekstrem.

Saat ini, tercatat ada lebih dari seratus saham dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangkan di level Rp 50 atau di bawahnya. Beberapa saham tertentu bahkan dapat diperdagangkan di bawah ambang batas melalui mekanisme lelang panggilan penuh (full call auction).

Penurunan harga saham GOTO turut memberikan sentimen negatif terhadap pasar secara keseluruhan. Pada pagi hari ini, IHSG tercatat melemah 0,46 persen ke level 6.213.

Tekanan pada IHSG juga dipengaruhi oleh pergerakan bursa Asia yang cenderung berhati-hati. Investor saat ini tengah mencermati kenaikan harga minyak dunia serta imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang memengaruhi aliran modal global.

GOTO sendiri sempat menjadi salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Saat pertama kali melantai di bursa pada April 2022, kapitalisasi pasarnya menembus angka US$ 32 miliar.

Perjalanan perusahaan pasca-IPO diwarnai dengan persaingan ketat melawan kompetitor bermodal besar seperti Grab Holding Ltd. Persaingan ini memicu kerugian besar yang bertahan selama bertahun-tahun.

Meskipun perusahaan telah melakukan restrukturisasi besar-besaran dan perubahan kepemimpinan, sentimen investor tetap belum pulih sepenuhnya. GOTO sempat membukukan laba kuartalan pada Juli lalu, namun kinerja tersebut belum mampu membangkitkan antusiasme pasar secara berkelanjutan.

Hingga September 2026, laporan keuangan menunjukkan GOTO masih mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 775,55 miliar. Manajemen perusahaan kini tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang meskipun menghadapi tantangan volatilitas harga saham yang tinggi.