Perbankan

IHSG Menguat Usai Pengumuman Pergantian Menkeu Hari Ini

87
×

IHSG Menguat Usai Pengumuman Pergantian Menkeu Hari Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026). Perombakan kabinet ini menjadi katalis utama yang memicu pembalikan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan pasar.

IHSG sempat mengalami tekanan jual yang dalam hingga terkoreksi 2,56% secara intraday. Namun, pengumuman pergantian posisi menteri keuangan berhasil meredam sentimen negatif tersebut.

Indeks akhirnya ditutup di level 6.534,69, atau hanya melemah tipis 0,10%. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh zona hijau dengan penguatan 0,08% ke level 6.546 menjelang penutupan pasar.

Total nilai transaksi saham pada perdagangan hari ini mencapai Rp 18 triliun. Volume perdagangan tercatat sebesar 35,69 miliar lembar saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.396 triliun.

Para analis menilai penunjukan Suahasil sebagai langkah strategis untuk menjaga kepercayaan pasar. Pengalaman Suahasil di bidang fiskal diharapkan mampu menjamin stabilitas pengelolaan ekonomi makro nasional.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menyatakan bahwa pergantian ini krusial di tengah tantangan target penerimaan negara. Stabilitas anggaran dan koordinasi kebijakan fiskal menjadi poin yang sangat dinantikan pelaku pasar.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menyebut pasar merespons positif karena Suahasil merupakan figur yang dikenal baik oleh investor. Faktor kesinambungan kebijakan dinilai mampu meminimalisir risiko perubahan arah ekonomi yang drastis.

Meski demikian, pelaku pasar tetap menantikan kebijakan konkret dari menteri baru terkait disiplin fiskal dan pengelolaan utang. Jika transisi berjalan mulus, investor optimistis aliran modal asing akan kembali masuk ke pasar domestik.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa tekanan eksternal masih membayangi pergerakan IHSG. Eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak Brent menembus US$ 107 per barel.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global yang lebih persisten. Kondisi ini membuat bank sentral cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka waktu yang lebih lama.

Di tengah tekanan tersebut, investor domestik melakukan aksi beli di harga rendah atau bargain hunting pada saham berkapitalisasi besar. Langkah ini terbukti efektif menahan laju koreksi indeks yang sempat mencapai level cukup dalam.

Pasar saat ini masih dalam fase mencermati arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan baru. Volatilitas diprediksi tetap tinggi selama risiko geopolitik global belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ke depan, koordinasi kebijakan ekonomi yang solid akan menjadi kunci bagi penguatan IHSG lebih lanjut. Pasar mengharapkan menteri baru mampu mempercepat stimulus produktif guna mengimbangi tekanan sentimen global.