Bursa Saham

IHSG Terkoreksi 1,13%, Cek Deretan Saham yang Diborong Investor Asing

38
×

IHSG Terkoreksi 1,13%, Cek Deretan Saham yang Diborong Investor Asing

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang melemah di layar monitor perdagangan saham
IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.461,15 pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Indeks ditutup melemah 1,13% atau terkoreksi 73,54 poin ke level 6.461,15.

Koreksi ini mencatatkan rekor negatif bagi pasar modal Indonesia karena telah terjadi selama lima hari perdagangan berturut-turut. Tekanan jual yang masif membuat indeks sulit untuk bangkit dari level psikologis 6.500.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 349,28 miliar di seluruh pasar. Sentimen negatif ini menekan mayoritas sektor saham yang melantai di bursa.

Sektor perindustrian menjadi penekan utama dengan pelemahan sebesar 1,56%. Selain itu, sektor keuangan yang biasanya menjadi penopang IHSG ikut tergerus 1,36%, disusul sektor energi yang turun 1,27%.

Penurunan juga terjadi pada sektor properti dan real estate sebesar 1,03%. Sektor transportasi, barang baku, barang konsumer primer, dan teknologi juga menutup perdagangan di zona negatif.

Di tengah tekanan tersebut, hanya tiga sektor yang mampu mencatatkan penguatan tipis. Sektor kesehatan naik 0,24%, infrastruktur tumbuh 0,17%, dan barang konsumer non-primer menguat 0,05%.

Total volume perdagangan di BEI mencapai 26,17 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 12,50 triliun. Secara statistik, sebanyak 314 saham ditutup melemah, sementara 312 saham berhasil menguat dan 165 saham lainnya stagnan.

Meski IHSG mengalami tekanan jual yang cukup besar, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham pilihan. Saham sektor pertambangan menjadi primadona di tengah koreksi pasar hari ini.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan nilai beli bersih asing terbesar dengan angka mencapai Rp 176,09 miliar. Posisi tersebut diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net buy sebesar Rp 100,53 miliar.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga banyak diborong dengan nilai Rp 97,64 miliar. Diikuti oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 97,16 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 81,82 miliar.

Lima saham lainnya yang masuk dalam daftar net buy asing adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sebesar Rp 23,67 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 22,23 miliar. Selanjutnya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 14,56 miliar, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp 12,37 miliar, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar Rp 9,24 miliar.

Kondisi pasar yang terus melemah dalam sepekan terakhir mencerminkan volatilitas tinggi di tengah sentimen ekonomi makro. Investor kini menanti arah kebijakan dan sentimen selanjutnya untuk perdagangan esok hari, Rabu (16/9/2026).