Energi

Rukun Raharja (RAJA) Siapkan Lima Proyek Strategis Perkuat Bisnis Energi

63
×

Rukun Raharja (RAJA) Siapkan Lima Proyek Strategis Perkuat Bisnis Energi

Sebarkan artikel ini
Logo PT Rukun Raharja Tbk di latar belakang gedung perkantoran
PT Rukun Raharja Tbk menyiapkan lima proyek strategis untuk memperkuat bisnis energi nasional.

JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) secara resmi meluncurkan lima inisiatif strategis untuk memperkuat posisi di sektor energi nasional dan menciptakan sumber pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini mencakup ekspansi masif di sektor bisnis gas alam cair (LNG), transportasi energi, infrastruktur distribusi, hingga pengembangan energi terbarukan.

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa pengembangan proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari peta jalan pertumbuhan perseroan yang dilakukan secara bertahap. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat bisnis yang sudah dikuasai serta memperluas peran dalam rantai nilai energi nasional.

Salah satu realisasi nyata dari strategi tersebut adalah investasi pada proyek floating LNG (FLNG) pertama di Indonesia melalui akuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas. Transaksi senilai US$ 46 juta ini telah dirampungkan oleh anak usaha perseroan, PT Raharja Gas Kasuri, pada 4 September 2026.

Fasilitas FLNG tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 1,2 juta ton per tahun dengan pasokan gas yang bersumber dari Blok Kasuri. Investasi ini menjadi langkah strategis RAJA untuk mendominasi sektor midstream energi di Indonesia.

Selain FLNG, perseroan juga tengah memfinalisasi akuisisi perusahaan pelayaran yang memiliki armada LNG carrier dan very large gas carrier. Proses akuisisi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2026 mendatang.

Direktur Rukun Raharja, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma, menyatakan bahwa penguasaan armada kapal bertujuan membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi. Hal ini dianggap krusial mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan konektivitas transportasi yang efisien untuk distribusi bahan bakar.

Di sisi lain, RAJA sedang menggarap proyek pipa bahan bakar minyak sepanjang 117,5 kilometer di Kalimantan Timur melalui PT Petrotech Penta Nusa. Proyek yang didukung kontrak jangka panjang selama 10 tahun ini telah memulai tahap konstruksi pada kuartal III 2026 dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.

Perseroan juga tengah melakukan kajian lanjutan untuk pembangunan pabrik LNG di Kalimantan yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV 2029. Langkah ini melengkapi portofolio perusahaan dalam upaya memperluas infrastruktur distribusi gas di dalam negeri.

Dalam upaya transisi menuju energi hijau, RAJA berkolaborasi dengan perusahaan asal Jepang, Tokyo Gas, untuk mengembangkan pabrik biogas berbasis limbah peternakan. Proyek ini ditargetkan mulai memberikan kontribusi operasional pada kuartal I 2028.

Untuk mendukung seluruh agenda ekspansi tersebut, Rukun Raharja menyiapkan total investasi sekitar US$ 150 juta. Pendanaan akan bersumber dari kombinasi kas internal dan eksternal yang disesuaikan dengan arus kas setiap proyek.

Strategi jangka panjang RAJA mencakup penguatan bisnis inti hingga tahun 2026, diikuti dengan perluasan usaha pada 2027, dan pengembangan bisnis baru secara masif mulai tahun 2029. Langkah ini menempatkan RAJA sebagai pemain kunci dalam ekosistem energi nasional yang sedang bertransformasi menuju keberlanjutan.