Valuta

Rupiah Melemah ke Rp 17.547 per Dolar AS Hari Ini

33
×

Rupiah Melemah ke Rp 17.547 per Dolar AS Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik menampilkan pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.547 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026).

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp 17.547 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi tersebut menunjukkan depresiasi sebesar 0,2% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Pada hari sebelumnya, rupiah berada di level Rp 17.511 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi hingga pukul 15.00 WIB. Sejumlah mata uang regional mengalami tekanan di tengah fluktuasi pasar global.

Dolar Taiwan mencatatkan pelemahan terdalam di Asia pada perdagangan hari ini. Mata uang tersebut ditutup anjlok sebesar 0,27% terhadap dolar AS.

Rupee India juga mengalami nasib serupa dengan mencatatkan tekanan sebesar 0,27%. Sementara itu, won Korea Selatan melemah tipis sebesar 0,07%.

Peso Filipina turut tertekan dalam perdagangan sore ini. Mata uang tersebut ditutup melemah sebesar 0,05% terhadap the greenback.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia lainnya justru mampu menunjukkan kinerja positif. Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,17%.

Baht Thailand menyusul dengan apresiasi sebesar 0,11%. Yen Jepang juga mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,07%.

Dolar Hong Kong turut bergerak menguat dengan apresiasi sebesar 0,01%. Sementara itu, yuan China mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,006%.

Dolar Singapura terpantau bergerak dalam rentang yang terbatas. Mata uang ini menunjukkan kecenderungan menguat tipis hingga akhir sesi perdagangan sore ini.

Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih dinamis. Para pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia terhadap nilai tukar mata uang regional.

Kondisi ekonomi makro global menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan mata uang di pasar spot. Investor cenderung berhati-hati dalam menempatkan aset di tengah ketidakpastian kondisi pasar keuangan internasional.

Bank Indonesia secara rutin memantau pergerakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Intervensi pasar dapat dilakukan jika terjadi volatilitas yang berlebihan terhadap mata uang domestik.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi penting yang dapat memengaruhi kebijakan bank sentral. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi menjadi indikator utama yang diperhatikan investor.

Stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan tetap terjaga meski berada dalam tekanan pasar global. Pemerintah dan otoritas moneter terus berupaya memperkuat fundamental ekonomi nasional agar tetap kompetitif.