Bursa Saham

IHSG Menguat 0,84% di Sesi I, Saham MBMA dan AKRA Memimpin

32
×

IHSG Menguat 0,84% di Sesi I, Saham MBMA dan AKRA Memimpin

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG menguat 0,84% ke level 6.674,4 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (8/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi pertama, Selasa (8/9/2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil menguat sebesar 55,27 poin atau naik 0,84% ke level 6.674,4.

Penguatan indeks pada sesi siang ini didorong oleh dominasi mayoritas indeks sektoral yang bergerak di teritori positif. Sektor perindustrian mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,26%, diikuti oleh sektor energi dengan penguatan 1,23%.

Sektor barang baku juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan sebesar 1,07%. Selain itu, sektor infrastruktur dan sektor barang konsumer primer masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1,04% dan 0,97%.

Sentimen positif juga merambah ke sektor lainnya, seperti barang konsumer non-primer yang naik 0,81% dan sektor transportasi sebesar 0,73%. Sektor keuangan, properti, serta kesehatan turut mencatatkan apresiasi masing-masing sebesar 0,65%, 0,49%, dan 0,35%.

Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah dengan koreksi sebesar 0,50%. Pelemahan pada sektor ini tidak cukup kuat untuk menahan laju penguatan IHSG secara keseluruhan.

Aktivitas perdagangan di bursa domestik terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 22,64 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian yang tercatat di pasar modal Indonesia mencapai Rp 8,16 triliun.

Secara statistik, pergerakan harga saham menunjukkan sentimen pasar yang cenderung optimis. Sebanyak 386 saham terpantau menguat, sementara 213 saham mengalami pelemahan dan 191 saham lainnya ditutup stagnan.

Dalam jajaran indeks LQ45, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 4,90% ke level Rp 535 per saham. Posisi selanjutnya ditempati oleh PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang menguat 4,48% ke harga Rp 1.515 per saham.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan sebesar 4,31% ke level Rp 4.600 per saham. Saham-saham ini menjadi motor penggerak utama bagi penguatan indeks LQ45 sepanjang sesi pertama.

Sebaliknya, beberapa saham di indeks LQ45 mengalami tekanan jual sehingga masuk dalam daftar top losers. PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) terkoreksi 1,11% ke level Rp 2.670 per saham.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatatkan penurunan sebesar 0,77% ke level Rp 3.880 per saham. Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 0,72% dan ditutup pada harga Rp 2.760 per saham.

Analisis pasar menunjukkan bahwa pergerakan IHSG hari ini masih sejalan dengan ekspektasi penguatan terbatas yang diprediksi oleh para pelaku pasar. Fokus investor kini tertuju pada keberlanjutan tren penguatan di sesi kedua nanti.