JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun hingga akhir Triwulan II 2026.
Capaian laba tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 17,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Kinerja positif ini didorong oleh penguatan fundamental bisnis dan kualitas aset yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional.
Segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi motor utama pertumbuhan perseroan. Porsi kredit UMKM kini mendominasi dengan kontribusi mencapai 75,1 persen dari total portofolio pembiayaan BRI Group.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa capaian ini membuktikan resiliensi ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa UMKM tetap menjadi inti bisnis sekaligus tulang punggung fundamental ekonomi nasional.
“Transformasi yang terus kami jalankan tidak mengubah komitmen BRI untuk tumbuh bersama UMKM. Kami ingin memastikan ekonomi kerakyatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Hery di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Strategi pemberdayaan UMKM yang dilakukan BRI mencakup berbagai inisiatif strategis. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa di seluruh Indonesia.
Selain itu, BRI juga mengelola program Klasterku Hidupku yang mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha. Platform digital LinkUMKM kini telah memfasilitasi sekitar 17,3 juta pelaku usaha, sementara Rumah BUMN melayani 596 ribu pelaku UMKM.
Di sektor pembiayaan langsung, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp103,8 triliun selama periode Januari hingga Juni 2026. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 2 juta debitur di berbagai wilayah.
Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR oleh BRI telah mencapai Rp1.539 triliun. Angka tersebut telah menjangkau total 48,4 juta nasabah di seluruh pelosok negeri.
Hery menekankan bahwa pertumbuhan BRI tidak hanya diukur melalui angka laba semata. Fokus utama perseroan adalah memastikan pertumbuhan yang dihasilkan memiliki fundamental sehat dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Pertumbuhan harus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian rakyat. Kami akan terus menjalankan peran sebagai lembaga perantara keuangan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Keberhasilan ini selaras dengan agenda transformasi berkelanjutan yang terus digalakkan perseroan. Langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi BRI untuk menjaga kualitas aset di tengah tantangan industri perbankan yang kompetitif.
Dengan strategi penyaluran kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, BRI berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan berkualitas. Hal ini diharapkan mampu mendukung stabilitas perbankan nasional di masa mendatang.




