Bursa Saham

Cakra Bhakti Para Putra Borong Saham ISSP Saat Harga Melemah

43
×

Cakra Bhakti Para Putra Borong Saham ISSP Saat Harga Melemah

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran atau ilustrasi bursa saham yang melambangkan aktivitas transaksi PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
PT Cakra Bhakti Para Putra menambah kepemilikan saham ISSP di tengah tren pelemahan harga.

Jakarta – PT Cakra Bhakti Para Putra kembali memperkuat kendali atas PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) dengan melakukan aksi borong saham di tengah tren pelemahan harga. Perusahaan pengendali tersebut tercatat menambah kepemilikan sebanyak 757.400 lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp313,86 juta.

Aksi korporasi ini dilaksanakan melalui dua tahap transaksi yang berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Data keterbukaan informasi menunjukkan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perseroan.

Pada 31 Agustus 2026, Cakra Bhakti Para Putra mengakuisisi 732.400 lembar saham ISSP dengan harga rata-rata Rp414 per saham. Kemudian, perseroan melanjutkan pembelian sebanyak 25.000 lembar saham pada 1 September 2026 dengan harga Rp426 per saham.

Akumulasi saham tersebut meningkatkan porsi kepemilikan Cakra Bhakti Para Putra di ISSP menjadi 4.144.751.330 saham. Secara persentase, kepemilikan pemegang saham pengendali ini naik tipis menjadi 57,68% dari sebelumnya 57,67%.

Langkah penambahan kepemilikan ini menegaskan posisi dominan Cakra Bhakti Para Putra sebagai pemegang saham pengendali ISSP. Posisi ini memberikan otoritas penuh kepada perseroan dalam pengambilan keputusan strategis melalui hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Hingga penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026), saham ISSP berada di level harga Rp426 per lembar saham. Pergerakan harga ini menjadi perhatian pelaku pasar setelah adanya aksi pembelian oleh pemegang saham pengendali.

Di tengah kondisi pasar modal yang fluktuatif, aksi beli oleh pihak internal atau pengendali sering kali dibaca investor sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental perusahaan. Namun, para analis pasar tetap menyarankan investor untuk mencermati kinerja keuangan serta prospek bisnis ISSP secara komprehensif.

Langkah Cakra Bhakti ini terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada Rabu (2/9/2026) tercatat melemah 0,06% ke level 6.595,77. Pelemahan indeks tersebut juga dibarengi dengan aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp235 miliar.

Selain dinamika di pasar modal, sektor manufaktur dan industri baja saat ini terus beradaptasi dengan kebijakan ekonomi nasional. Penyesuaian harga energi, termasuk penurunan harga BBM nonsubsidi sejak awal Agustus 2026, dinilai memberikan sentimen tersendiri bagi emiten di sektor industri.

Bagi investor ritel, perubahan komposisi kepemilikan saham oleh pengendali merupakan salah satu indikator penting dalam memantau tata kelola perusahaan. Meski demikian, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan valuasi saham dan risiko pasar yang berlaku saat ini.