Perbankan

Jasa Marga Raih Pembiayaan Rp 1,57 Triliun dari BSI untuk Tol Bali

38
×

Jasa Marga Raih Pembiayaan Rp 1,57 Triliun dari BSI untuk Tol Bali

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan perjanjian pembiayaan berkelanjutan antara Jasa Marga dan Bank Syariah Indonesia untuk Tol Bali.
Jasa Marga mendapatkan fasilitas pembiayaan senilai Rp 1,57 triliun dari BSI untuk mendukung operasional PT Jasamarga Bali Tol.

JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) resmi mendapatkan fasilitas pembiayaan berkelanjutan atau Sustainability Linked Financing (SLF) senilai Rp 1,57 triliun untuk anak usahanya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT). Perjanjian pembiayaan tersebut melibatkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai penyedia dana.

Kesepakatan pendanaan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 30 Juli 2026. Dana yang dikucurkan mencapai angka maksimal Rp 1.567.559.045.386.

Corporate Secretary Jasa Marga, Trias Andriyanto, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan finansial JBT. Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok serta bunga atas Shareholder Loan atau pinjaman pemegang saham antara JBT dan Jasa Marga.

Skema SLF dipilih sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pembiayaan hijau. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan anak usaha yang mengelola aset strategis tersebut.

PT Jasamarga Bali Tol merupakan pengelola Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Ruas tol ini memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas kawasan pariwisata serta pusat kegiatan ekonomi di wilayah Bali.

Jasa Marga memegang kendali mayoritas atas JBT dengan kepemilikan saham mencapai 64,44 persen per 30 Juli 2026. Sisa kepemilikan saham tersebar di berbagai instansi pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN).

Pemegang saham JBT lainnya meliputi PT Pelabuhan Indonesia dengan porsi 13,86 persen. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung masing-masing memiliki 6,32 persen saham.

PT Angkasa Pura Indonesia tercatat memiliki 6,31 persen saham di perusahaan tersebut. Sementara itu, PT Adhi Karya Tbk dan PT Hutama Karya Tbk masing-masing memegang 0,79 persen saham.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia juga tercatat sebagai pemegang saham sebesar 0,79 persen. PT Wijaya Karya Tbk melengkapi struktur pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 0,40 persen.

Keberadaan fasilitas pembiayaan ini menjadi langkah strategis bagi Jasa Marga dalam mengelola aset infrastruktur jalan tol di Bali. Melalui skema berkelanjutan, perusahaan berupaya menjaga efisiensi operasional dan stabilitas keuangan anak usahanya.

Pembiayaan ini juga mencerminkan sinergi antara perbankan syariah dan sektor infrastruktur di Indonesia. Dukungan pendanaan bagi JBT diharapkan dapat memastikan keberlangsungan operasional jalan tol yang menjadi urat nadi pariwisata Bali tersebut.

Hingga saat ini, Jasa Marga terus melakukan optimalisasi portofolio asetnya di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk memperkuat fundamental perusahaan di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pengembangan infrastruktur nasional.

Penerimaan fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam mengelola kewajiban finansial secara lebih terukur. Dengan adanya dukungan dari BSI, JBT memiliki fleksibilitas lebih baik dalam mengelola beban utang perusahaan ke depannya.