Bursa Saham

Cakra Bhakti Para Putra Borong Saham ISSP Saat Harga Melemah

55
×

Cakra Bhakti Para Putra Borong Saham ISSP Saat Harga Melemah

Sebarkan artikel ini
Logo PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) di latar belakang putih
PT Cakra Bhakti Para Putra menambah kepemilikan saham di PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) saat harga melemah.

JAKARTA – PT Cakra Bhakti Para Putra kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang saham pengendali PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) melalui aksi beli saham saat harga pasar sedang mengalami pelemahan. Langkah strategis ini dilakukan perusahaan sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk mempertahankan dominasi kepemilikan.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Cakra Bhakti Para Putra melakukan akumulasi sebanyak 757.400 lembar saham ISSP. Transaksi tersebut dieksekusi dalam dua tahap, yakni pada 31 Agustus dan 1 September 2026.

Nilai total investasi yang dikucurkan untuk penambahan saham tersebut mencapai Rp313,86 juta. Aksi ini mencerminkan keyakinan investor pengendali terhadap prospek bisnis perseroan ke depan.

Rincian transaksi menunjukkan pada 31 Agustus 2026, perusahaan membeli 732.400 saham dengan harga Rp414 per lembar. Sementara itu, pada 1 September 2026, sebanyak 25.000 saham dibeli dengan harga Rp426 per lembar.

Pasca-transaksi, total kepemilikan Cakra Bhakti Para Putra di ISSP meningkat dari 4.143.993.930 saham menjadi 4.144.751.330 saham. Secara persentase, kepemilikan mereka naik tipis dari 57,67 persen menjadi 57,68 persen.

Pihak manajemen menyatakan bahwa tujuan utama dari pembelian saham ini adalah untuk kepentingan investasi. Perusahaan berkomitmen untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham pengendali yang dominan.

Dengan porsi kepemilikan mencapai 57,68 persen, Cakra Bhakti memiliki pengaruh besar dalam setiap pengambilan keputusan strategis melalui hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Posisi ini telah dipertahankan oleh perusahaan sejak periode Juli 2026.

Di sisi lain, pergerakan harga saham ISSP di pasar modal terpantau fluktuatif. Pada penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026), saham ISSP tercatat berada di level Rp426 per lembar.

Aksi beli yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali sering kali menjadi sinyal bagi investor pasar modal mengenai valuasi perusahaan yang dianggap masih menarik. Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati kinerja keuangan dan prospek bisnis ISSP secara mendalam.

Keputusan investasi di pasar saham tetap harus mempertimbangkan faktor fundamental serta risiko eksternal yang mungkin mempengaruhi industri baja. Mengingat kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk melakukan analisis komprehensif sebelum mengambil keputusan transaksi.

Sebagai informasi tambahan, dinamika pasar modal Indonesia saat ini masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan domestik. Pada Rabu (2/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,06 persen ke level 6.595,77 di tengah aksi jual bersih investor asing sebesar Rp235 miliar.

Kondisi pasar yang menantang ini menuntut ketelitian investor dalam memantau setiap pergerakan saham emiten. Penambahan kepemilikan oleh pengendali di saat harga terkoreksi menjadi salah satu strategi yang lazim digunakan untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas fundamental emiten bersangkutan.