Perbankan

Jasa Marga Raih Pembiayaan Rp 1,57 Triliun dari BSI untuk Tol Bali

39
×

Jasa Marga Raih Pembiayaan Rp 1,57 Triliun dari BSI untuk Tol Bali

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan kerja sama pembiayaan Sustainability Linked Financing antara Jasa Marga dan BSI untuk Tol Bali.
PT Jasa Marga Tbk memperoleh fasilitas pembiayaan senilai Rp 1,57 triliun dari BSI untuk pengembangan Jalan Tol Bali.

JAKARTA – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), resmi memperoleh fasilitas pembiayaan berkelanjutan atau Sustainability Linked Financing (SLF) senilai maksimal Rp 1,57 triliun dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada 30 Juli 2026 sebagai langkah strategis dalam pengelolaan portofolio keuangan perusahaan.

Fasilitas pembiayaan sebesar Rp 1.567.559.045.386 tersebut dialokasikan khusus untuk kepentingan investasi pada aset Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Dana ini rencananya digunakan untuk melunasi sebagian pokok serta bunga atas perjanjian pinjaman pemegang saham atau Shareholder Loan yang sebelumnya terjalin antara JBT dan Jasa Marga.

Langkah ini mencerminkan komitmen Jasa Marga dalam mengoptimalkan struktur permodalan anak usahanya. Penggunaan skema Sustainability Linked Financing menunjukkan upaya perusahaan untuk menyelaraskan operasional bisnis dengan prinsip-prinsip keberlanjutan yang kini menjadi standar dalam pembiayaan korporasi skala besar.

PT Jasamarga Bali Tol (JBT) merupakan entitas yang mengelola ruas tol krusial di Bali tersebut. Keberadaan jalan tol ini memegang peranan vital dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Bali, sekaligus menopang aksesibilitas menuju kawasan pariwisata utama dan pusat kegiatan ekonomi nasional di Pulau Dewata.

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia per 30 Juli 2026, Jasa Marga memegang kendali mayoritas atas JBT dengan kepemilikan saham mencapai 64,44%. Struktur kepemilikan saham JBT juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis lainnya.

Komposisi pemegang saham JBT terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia sebesar 13,86% dan Pemerintah Provinsi Bali sebesar 6,32%. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Badung memiliki porsi 6,32%, disusul PT Angkasa Pura Indonesia dengan kepemilikan 6,31%.

Sisa porsi kepemilikan saham lainnya dimiliki oleh sejumlah badan usaha milik negara dan perusahaan konstruksi. PT Adhi Karya Tbk dan PT Hutama Karya Tbk masing-masing memegang 0,79% saham, setara dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Sementara itu, PT Wijaya Karya Tbk tercatat memiliki porsi kepemilikan sebesar 0,40% di JBT. Melalui dukungan pembiayaan dari BSI ini, diharapkan pengelolaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dapat berjalan lebih efisien di masa mendatang.

Penerapan skema SLF dalam transaksi ini memberikan fleksibilitas keuangan lebih baik bagi JBT dibandingkan skema pembiayaan konvensional. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Jasa Marga untuk memperkuat fundamental keuangan anak perusahaan di tengah dinamika infrastruktur jalan tol di Indonesia.

Pihak manajemen Jasa Marga menegaskan bahwa transaksi afiliasi ini telah memenuhi prosedur tata kelola perusahaan yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta menjaga keberlangsungan operasional jalan tol sebagai aset strategis nasional.