Bursa Saham

Volume Transaksi BEI Melonjak 47,9%, IHSG Menguat 1,93% Sepekan

15
×

Volume Transaksi BEI Melonjak 47,9%, IHSG Menguat 1,93% Sepekan

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG mencatatkan penguatan 1,93% sepekan dengan lonjakan volume transaksi harian sebesar 47,9%.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang periode perdagangan 18-21 Agustus 2026 dengan penguatan sebesar 1,93%. Indeks ditutup pada level 6.525,69, meningkat signifikan dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di angka 6.401,88.

Lonjakan kinerja indeks ini dibarengi dengan peningkatan aktivitas perdagangan yang sangat agresif di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu indikator utama yang menunjukkan tren kenaikan tajam adalah rata-rata volume transaksi harian.

Data BEI menunjukkan rata-rata volume transaksi harian melonjak 47,90% menjadi 50,30 miliar saham. Angka ini naik tajam dari catatan pekan sebelumnya yang berada di level 34,01 miliar saham.

Frekuensi transaksi harian juga menunjukkan tren serupa dengan pertumbuhan sebesar 5,52%. Rata-rata frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,21 juta kali transaksi, dari sebelumnya 2,09 juta kali.

Seiring dengan meningkatnya minat pelaku pasar, rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami pertumbuhan sebesar 2,36%. Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp15,57 triliun, naik dari Rp15,21 triliun pada pekan sebelumnya.

Kondisi pasar yang kondusif ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar bursa. Kapitalisasi pasar BEI tercatat meningkat 1,83% menjadi Rp11.449 triliun, dibandingkan posisi pekan lalu sebesar Rp11.243 triliun.

Dinamika investor asing juga terpantau cukup aktif dalam pekan tersebut. Pada perdagangan terakhir, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp974,58 miliar.

Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2026, aliran dana asing masih berada dalam posisi jual bersih (net sell). Total nilai jual bersih investor asing sejak awal tahun tercatat sebesar Rp70,64 triliun.

Di balik penguatan indeks secara umum, sejumlah emiten justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Sebanyak 10 saham tercatat sebagai top losers dengan penurunan nilai yang cukup signifikan, bahkan beberapa di antaranya anjlok hingga di atas 35%.

Saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) menjadi emiten dengan penurunan terdalam sepanjang pekan ini, yakni mencapai 35,56%. Fenomena ini menunjukkan adanya divergensi kinerja antar saham di tengah sentimen pasar yang secara keseluruhan sedang menguat.

Ke depan, Bursa Efek Indonesia terus berupaya mendorong pendalaman pasar melalui berbagai inisiatif baru. Salah satu agenda strategis yang dijadwalkan adalah peluncuran IDX Green Equity Designation pada 28 Agustus 2026 mendatang.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan klasifikasi yang lebih jelas bagi investor yang berminat pada instrumen berbasis keberlanjutan. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BEI dalam meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor domestik maupun global.