Investasi

Pemerintah Resmi Tawarkan SR025, Simak Potensi Imbal Hasilnya Dibanding ORI030

24
×

Pemerintah Resmi Tawarkan SR025, Simak Potensi Imbal Hasilnya Dibanding ORI030

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi instrumen investasi Sukuk Ritel seri SR025 yang resmi ditawarkan pemerintah kepada investor domestik.
Pemerintah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR025 mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026.

JAKARTA – Pemerintah resmi membuka masa penawaran instrumen investasi syariah Sukuk Ritel (SR) seri SR025 mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026. Langkah ini diambil di tengah tingginya minat investor domestik terhadap Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang tahun berjalan.

Instrumen SR025 hadir menyusul kesuksesan penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 yang berhasil menghimpun dana hingga Rp40 triliun. Meskipun demikian, pemerintah diperkirakan menghadapi tantangan untuk menyamai capaian tersebut karena karakteristik instrumen yang berbeda.

Pemerintah diproyeksikan membidik target penjualan yang moderat untuk seri ini di kisaran Rp20 triliun. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang masih volatil serta kebijakan suku bunga yang relatif tinggi.

Para analis menilai SR025 tetap menjadi pilihan menarik bagi investor konservatif karena menawarkan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan. Selain itu, fitur yang memungkinkan instrumen ini diperdagangkan di pasar sekunder menjadi daya tarik tambahan bagi pemilik modal.

Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari, menyebut kondisi pasar saat ini menjadi penopang utama minat terhadap SR025. Imbal hasil yang ditawarkan dinilai cukup kompetitif dibandingkan dengan instrumen investasi lain di kelas yang sama.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menyatakan bahwa daya tarik SR025 sangat bergantung pada penetapan tingkat kupon. Stabilitas rupiah dan inflasi menjadi variabel krusial yang akan menentukan keputusan investor dalam mengalokasikan dana mereka.

Pemerintah dituntut untuk menyeimbangkan antara daya tarik kupon bagi investor dengan upaya menjaga beban bunga APBN. Tingkat imbal hasil yang terlalu tinggi akan memberatkan biaya utang, sementara jika terlalu rendah, minat pasar berpotensi menurun.

Proyeksi kupon SR025 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya, SR024, yang berada di kisaran 5,55% hingga 5,90%. Estimasi pasar menempatkan kisaran kupon SR025 tenor tiga tahun di angka 6,6% hingga 7%, dan tenor lima tahun di kisaran 6,7% hingga 7,1%.

Minat investor diprediksi tetap kuat seiring adanya potensi reinvestasi dari dana SBN yang telah jatuh tempo. Selain itu, basis investor syariah yang loyal di Indonesia memberikan optimisme tersendiri bagi kesuksesan penawaran ini.

SR025 merupakan satu dari empat instrumen SBN ritel yang dijadwalkan meluncur hingga akhir 2026. Instrumen lain yang akan menyusul meliputi CWLS Ritel seri SWR007, SBR015, dan Sukuk Tabungan seri ST017.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan total penerbitan SBN ritel sepanjang tahun 2026 mencapai Rp150 triliun hingga Rp170 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset keuangan masyarakat sekaligus memperkuat pendanaan pembangunan nasional.