CSR

Maybank Gelar Sustainability Day Jelang Maybank Marathon 2026, Soroti Dua Momentum

13
×

Maybank Gelar Sustainability Day Jelang Maybank Marathon 2026, Soroti Dua Momentum

Sebarkan artikel ini
Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, dalam acara Maybank Marathon Sustainability Day 2026.
Maybank menyelenggarakan Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Sabtu (22/8/2026).

GIANYAR – PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyelenggarakan Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan menjelang puncak ajang lari internasional Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa.

Agenda utama tahun ini menyoroti perayaan satu dekade program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW). Perayaan tersebut diisi dengan seremoni apresiasi, diskusi panel, hingga lokakarya menenun bagi para pemangku kepentingan.

Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, memimpin sesi bincang inspiratif bertema “Impact Society Positively through Partnership”. Sesi ini turut melibatkan perwakilan dari Visa selaku sponsor utama dan BMW Group sebagai mitra mobilitas berkelanjutan.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan pilar strategis ROAR30 perusahaan. Fokus utamanya adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Gerakan “Jejak Hijau” menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara ini. Program tersebut dirancang sebagai langkah nyata menuju aspirasi Maybank Marathon sebagai ajang lari netral karbon pada tahun 2030.

Selain itu, terdapat inisiatif “Jejak Hijau Desa Sanding” yang berfokus pada transformasi wilayah tersebut menjadi desa berkelanjutan. Program ini berjalan beriringan dengan Piduh Charity Program yang memberdayakan 100 anak muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim di Bali.

Program unggulan Maybank Foundation, MWEW, sejak diluncurkan di Lombok pada 2016, telah menjadi ekosistem regional yang menghubungkan para penenun di lima negara ASEAN. Program ini mencakup Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Filipina.

Hingga 30 Juni 2026, MWEW tercatat telah memberdayakan 2.617 perempuan penenun di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, program ini mendukung 3.024 petani serat alami dalam upaya melestarikan warisan budaya tenun tradisional.

Dampak lingkungan dari program ini juga terlihat dari budidaya lebih dari 813.500 pohon murbei dan 55.300 tanaman kapas. Sebanyak 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri, dan satu laboratorium pewarna alami telah didirikan untuk memperkuat ekosistem tenun yang berkelanjutan.

Integrasi pilar lingkungan dalam Maybank Marathon dilakukan melalui penghitungan jejak emisi secara terukur. Data tersebut menjadi landasan utama bagi penyelenggara untuk merancang langkah dekarbonisasi yang konkret.

Maybank Marathon sendiri telah berkembang dari sekadar kompetisi olahraga menjadi platform kolaborasi masyarakat sejak pertama kali digelar pada 2012. Ajang ini kini berstatus sebagai ‘Elite Label Road Race’ yang diakui oleh World Athletics.

Transformasi berkelanjutan ini menegaskan posisi keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam operasional Maybank Marathon ke depan. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.