JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Indeks ditutup melemah 0,86% atau turun 55,12 poin ke level 6.394,12.
Koreksi ini terjadi setelah IHSG sempat menunjukkan tanda-tanda penguatan pada awal pekan. Tekanan jual yang masif dari pelaku pasar domestik menekan pergerakan mayoritas indeks sektoral sepanjang hari.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas sektor berakhir di wilayah negatif. Sektor Barang Baku memimpin pelemahan dengan koreksi sebesar 1,21%.
Sektor Barang Konsumer Non-Primer menyusul dengan penurunan 1,05%. Sementara itu, sektor Barang Konsumer Primer mencatatkan pelemahan sebesar 0,96%.
Sektor lain yang turut menekan indeks adalah Perindustrian yang turun 0,79% dan Kesehatan dengan koreksi 0,76%. Sektor Energi, Teknologi, Keuangan, serta Transportasi dan Logistik juga ditutup di zona merah dengan penurunan bervariasi.
Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor Infrastruktur dan sektor Properti & Real Estate kompak menguat masing-masing sebesar 0,42%.
Aktivitas perdagangan di bursa terpantau cukup intensif sepanjang sesi. Total volume transaksi mencapai 35,85 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp14,22 triliun.
Secara keseluruhan, sebanyak 363 saham mengalami pelemahan harga. Sementara itu, 238 saham berhasil menguat dan 188 saham lainnya ditutup stagnan.
Meski indeks secara umum tertekan, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih atau net buy yang signifikan. Total nilai net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp933,53 miliar.
Berbanding terbalik dengan posisi beli bersih secara total, terdapat sejumlah saham berkapitalisasi besar yang justru dilepas oleh investor asing. Aksi jual bersih atau net sell asing terbanyak terjadi pada saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp73,17 miliar.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan net sell sebesar Rp49,01 miliar. Diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai Rp44,29 miliar.
Selanjutnya, investor asing melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp39,73 miliar. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga mencatatkan net sell sebesar Rp38,39 miliar.
Posisi keenam hingga kesepuluh saham dengan net sell asing terbesar adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp33,41 miliar. Kemudian PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp26,75 miliar, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Rp24,4 miliar.
Daftar tersebut dilengkapi oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan nilai Rp23,21 miliar. Terakhir, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan net sell sebesar Rp21,55 miliar.
Koreksi IHSG pada hari ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dibayangi sentimen negatif domestik. Para pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan ekonomi dan sentimen eksternal yang akan mempengaruhi perdagangan pada Kamis (20/8).





