Bursa Saham

IHSG Menguat, Investor Asing Justru Lepas Saham-Saham Ini Sepekan Terakhir

205
×

IHSG Menguat, Investor Asing Justru Lepas Saham-Saham Ini Sepekan Terakhir

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG mencatatkan penguatan 3,55% sepanjang pekan meski investor asing mencatat aksi jual bersih.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 3,55% sepanjang pekan perdagangan yang berakhir pada Jumat, 22 Agustus 2026. Indeks ditutup pada level 6.525,69 di tengah dinamika arus modal asing yang masih menunjukkan aksi jual bersih di pasar domestik.

Meskipun terjadi reli indeks, investor asing secara akumulatif masih mencatatkan net sell sebesar Rp1,19 triliun di seluruh pasar selama sepekan terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan IHSG belum sepenuhnya didorong oleh akumulasi beli dari investor asing secara keseluruhan.

Dukungan terhadap penguatan indeks justru lebih banyak ditopang oleh masuknya dana asing ke sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan. Saham-saham perbankan besar menjadi penopang utama yang menjaga stabilitas dan tren kenaikan IHSG meski di tengah tekanan jual pada sektor lain.

Tekanan jual dari investor asing terpantau mulai mereda pada penutupan perdagangan akhir pekan. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, investor asing justru berbalik melakukan net buy senilai Rp974,57 miliar di seluruh pasar pada Jumat, 22 Agustus 2026.

Tren aksi jual asing selama sepekan terakhir terkonsentrasi pada sepuluh emiten utama. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menempati posisi teratas dengan nilai net sell mencapai Rp652,01 miliar.

Urutan berikutnya ditempati oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan nilai jual bersih Rp403,54 miliar dan PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp391,64 miliar. Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) juga mencatatkan aksi jual sebesar Rp309,79 miliar.

Daftar saham dengan net sell terbesar lainnya meliputi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp236,26 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp200,72 miliar. Tekanan jual juga menyasar PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan nilai Rp106,86 miliar.

Tiga posisi terakhir dalam daftar sepuluh saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp102,59 miliar. Kemudian PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai Rp102,32 miliar serta PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp93,07 miliar.

Kondisi pasar saat ini mencerminkan volatilitas yang masih membayangi pergerakan modal asing di Bursa Efek Indonesia. Perubahan posisi asing dari aksi jual masif menuju net buy pada akhir pekan memberikan sinyal mengenai potensi pergeseran sentimen pelaku pasar ke depan.

Faktor makroekonomi juga turut berperan dalam menjaga kepercayaan investor terhadap aset domestik. Penguatan rupiah di tengah arus masuk modal ke obligasi pemerintah pada periode Juli lalu dinilai menjadi salah satu katalis yang menahan laju tekanan jual lebih dalam di pasar ekuitas.

Para pelaku pasar kini tengah memantau keberlanjutan tren net buy asing sebagai indikator utama bagi arah IHSG pada pekan perdagangan mendatang. Fokus investor diperkirakan tetap tertuju pada saham-saham big cap yang memiliki fundamental kuat di tengah fluktuasi pasar global.