Bursa Saham

IHSG Melesat 3,55% Sepekan, Cek Daftar Saham Incaran Investor Asing

87
×

IHSG Melesat 3,55% Sepekan, Cek Daftar Saham Incaran Investor Asing

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 3,55% selama sepekan terakhir.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan signifikan sebesar 3,55% selama sepekan perdagangan terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Sabtu (22/8/2026), indeks acuan tersebut berhasil bertengger di level 6.525,69.

Penguatan IHSG sepanjang pekan ini didorong oleh aksi beli bersih atau net buy investor asing yang mulai kembali mengoleksi saham-saham berkapitalisasi besar (big cap). Fokus utama pelaku pasar asing terpantau tertuju pada sektor perbankan dengan nilai kapitalisasi pasar jumbo.

Meskipun terjadi akumulasi pada akhir pekan, secara keseluruhan dalam satu minggu terakhir, investor asing masih mencatatkan posisi net sell sebesar Rp 1,19 triliun di seluruh pasar. Namun, dinamika pasar berubah pada perdagangan Jumat (21/8), di mana investor asing membukukan net buy harian sebesar Rp 974,57 miliar.

Sentimen positif ini mencerminkan kembalinya kepercayaan investor terhadap fundamental emiten perbankan nasional. Saham-saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama akumulasi asing dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data RTI Business, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan nilai net buy asing tertinggi dengan total Rp 1,05 triliun. Posisi kedua ditempati oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai beli bersih mencapai Rp 287,89 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di peringkat ketiga dengan nilai net buy sebesar Rp 249,28 miliar. Menyusul di belakangnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 221,66 miliar.

Sektor pertambangan logam juga mendapatkan perhatian khusus dari investor asing sepanjang pekan ini. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy sebesar Rp 220,08 miliar, diikuti oleh PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp 189,51 miliar.

Emiten lainnya yang masuk dalam daftar sepuluh besar saham dengan net buy asing terbanyak adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp 131,24 miliar. Selain itu, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatatkan nilai beli bersih Rp 128,43 miliar.

Melengkapi daftar tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan net buy sebesar Rp 43,29 miliar. Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menutup daftar sepuluh besar dengan nilai beli bersih mencapai Rp 41,83 miliar.

Aktivitas perdagangan yang fluktuatif ini menunjukkan adanya rotasi portofolio yang dilakukan oleh investor institusi asing. Analis pasar modal mencatat bahwa pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi domestik yang dinilai masih cukup stabil.

Secara teknikal, kenaikan IHSG ke level 6.525,69 memberikan sinyal pemulihan momentum bagi pasar modal Indonesia. Ke depan, stabilitas nilai tukar Rupiah dan kebijakan suku bunga diprediksi akan menjadi penentu arah pergerakan pasar saham selanjutnya.