Bursa Saham

Rekomendasi Saham SMGR, TLKM, dan TINS untuk Perdagangan Hari Ini

32
×

Rekomendasi Saham SMGR, TLKM, dan TINS untuk Perdagangan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan grafik indeks harga saham gabungan di bursa efek
IHSG ditutup melemah 0,10% ke level 6.534,69 pada perdagangan Senin (14/9/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan tekanan jual, ditutup melemah 0,10% ke level 6.534,69 pada Senin (14/9/2026). Meski pasar berada di bawah tekanan, sejumlah emiten dinilai masih memiliki potensi penguatan teknikal untuk perdagangan Selasa (15/9/2026).

Pelemahan indeks utama dipicu oleh koreksi pada mayoritas sektor saham. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 2,95%.

Sektor energi menyusul dengan pelemahan 1,65%, disusul sektor infrastruktur sebesar 1,45%. Sektor barang baku terkoreksi 1,41%, barang konsumer non-primer turun 1,19%, serta sektor transportasi melemah 0,85%.

Sektor teknologi turut melemah 0,77%, sementara sektor properti dan real estate turun 0,56%. Di sisi lain, hanya sektor keuangan dan perindustrian yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan masing-masing 0,55% dan 0,45%.

Di tengah dinamika pasar tersebut, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Timah Tbk (TINS) menarik perhatian analis. Ketiga saham ini diproyeksikan memiliki peluang teknikal yang layak dicermati oleh investor.

Saham SMGR menunjukkan pola tren naik yang relatif teratur dan kini menguji garis SMA20. Investor disarankan melakukan trading buy selama harga bertahan di atas level Rp 1.600.

Strategi tersebut menargetkan penguatan harga ke kisaran Rp 1.780 hingga Rp 1.840. Level Rp 1.600 ditetapkan sebagai batas bawah atau support utama bagi pergerakan saham SMGR.

Sementara itu, saham TLKM mencatatkan penguatan disertai volume beli yang solid di tengah lesunya IHSG. Analis menyarankan strategi buy if break dengan level support di Rp 2.640.

Jika mampu menembus level resistance di Rp 2.720, TLKM berpotensi melanjutkan tren kenaikan. Target penguatan berikutnya dipatok pada rentang Rp 2.740 hingga Rp 2.790.

Saham TINS juga menunjukkan tren bullish secara teknikal, didukung oleh indikator MACD yang positif. Namun, investor perlu waspada karena harga telah berada di area pita atas Bollinger Band dan RSI menunjukkan kondisi overbought.

Strategi trading buy direkomendasikan dengan mencermati support di level Rp 4.550. Sementara itu, level resistance untuk saham TINS berada di angka Rp 4.860.

Selain dinamika teknikal, pelaku pasar juga menyoroti kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai memberlakukan kembali pembiayaan transaksi short selling secara bertahap. Implementasi ini efektif dimulai pada Selasa, 15 September 2026.

Penerapan kembali short selling dilakukan dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur perdagangan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor dalam merespons volatilitas pasar di tengah tekanan indeks yang masih berlangsung.