Bursa Saham

Rekomendasi Saham JPFA, BBRI, dan ITMG untuk Perdagangan Kamis 20 Agustus

161
×

Rekomendasi Saham JPFA, BBRI, dan ITMG untuk Perdagangan Kamis 20 Agustus

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
IHSG terkoreksi 0,86% ke level 6.394,12 pada penutupan perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu (19/8/2026) di zona merah setelah sempat mencatatkan penguatan di awal pekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun melalui RTI Business, indeks utama ini terkoreksi 0,86% atau terpangkas 55 poin ke level 6.394,12.

Pelemahan ini memicu antisipasi pelaku pasar terhadap arah pergerakan pasar modal pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Sejumlah analis telah merilis rekomendasi teknikal untuk beberapa emiten yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik di tengah fluktuasi pasar saat ini.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi salah satu saham yang dicermati setelah ditutup terkoreksi 1,72% ke level Rp 2.290 pada Rabu (19/8). Secara teknikal, saham ini masih berada di atas MA10 pada level 2.193, yang menandakan adanya koreksi sehat.

Para analis menyarankan strategi buy on weakness untuk saham JPFA dengan memperhatikan target resistance di angka 2.470. Investor diminta untuk tetap disiplin dengan batasan risiko jika harga saham mengalami breakdown di bawah level support 2.190.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup stagnan di level Rp 3.080 pada perdagangan hari ini. Proyeksi teknikal untuk perdagangan esok hari menempatkan level support di angka 3.040 yang berada dekat area MA20.

Strategi yang direkomendasikan untuk BBRI adalah buy on breakout pada area 3.140 hingga 3.170. Rentang harga tersebut disinyalir menjadi target resistance yang mengacu pada level tertinggi mingguan serta indikator Bollinger Bands bagian atas.

Di sisi lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menunjukkan performa berbeda dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,01% ke level Rp 25.000. Saham ini dinilai menarik untuk strategi trading buy apabila mampu menembus level resistance di Rp 25.125.

Jika terjadi konfirmasi breakout, harga saham ITMG diperkirakan akan melanjutkan kenaikan menuju target di rentang Rp 25.300 hingga Rp 25.500. Namun, pelaku pasar disarankan untuk melakukan buy on breakout dengan tetap memantau volume perdagangan secara ketat karena momentum MACD mulai menunjukkan pelemahan.

Pergerakan pasar modal Indonesia belakangan ini juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen global, termasuk data ekonomi ritel dari Amerika Serikat yang sempat melemah. Selain itu, dinamika harga emas yang mendekati level US$4.400 per ons juga menjadi perhatian investor di tengah risiko politik global.

Para analis pasar modal secara konsisten mengingatkan investor untuk selalu memperhatikan indikator teknikal dan volume transaksi sebelum mengambil keputusan investasi. Kedisiplinan dalam menentukan titik cut loss menjadi krusial dalam menghadapi volatilitas IHSG yang masih berpotensi berlanjut pada perdagangan hari esok.