Bursa Saham

IHSG Menguat Tipis ke 6.038, Saham GOTO, BBCA, dan BBRI Diburu

41
×

IHSG Menguat Tipis ke 6.038, Saham GOTO, BBCA, dan BBRI Diburu

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar monitor yang menunjukkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup menguat tipis ke level 6.038 pada perdagangan sesi pertama, Senin (5/10/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03% atau 2,10 poin ke level 6.038 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (5/10/2026).

Aktivitas perdagangan menunjukkan sentimen yang cukup positif dengan sebanyak 426 saham berakhir di zona hijau. Sementara itu, 221 saham mengalami koreksi dan 144 saham lainnya terpantau stagnan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total volume transaksi mencapai 21,08 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 977,98 ribu kali dengan nilai transaksi menyentuh Rp 5,08 triliun.

Kapitalisasi pasar domestik saat ini berada di angka Rp 10.633 triliun. Investor terlihat masih aktif memburu sejumlah saham berkapitalisasi besar di tengah fluktuasi pasar.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi yang paling aktif ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 241,18 miliar. Namun, saham GOTO tercatat melemah 3,33% ke level Rp 29 di akhir sesi pertama.

Selain GOTO, investor juga mencatatkan nilai transaksi tinggi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 221,72 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul dengan nilai transaksi Rp 195,42 miliar.

Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor berhasil parkir di zona hijau. Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 1% secara keseluruhan.

Kenaikan sektor properti ditopang oleh lonjakan saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang naik 5,96% ke level Rp 160. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) juga menguat 3,49% ke posisi Rp 4.450.

Selain itu, saham PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) turut berkontribusi dengan kenaikan 2,22% ke level Rp 184. Penguatan di sektor ini menjadi pendorong utama indeks di tengah lesunya sektor teknologi.

Sektor teknologi mencatatkan penurunan terdalam sebesar 2,13%. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar 3,19% ke Rp 194.500.

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga terkoreksi 2,09% ke level Rp 1.405. Tekanan pada saham-saham teknologi ini membatasi laju penguatan IHSG sepanjang sesi pertama.

Di sisi lain, jajaran top gainers siang ini diisi oleh PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) yang naik 9,22% ke Rp 1.540. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menguat 8,47% ke Rp 640, serta PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) naik 8,24% ke Rp 9.200.

Sementara itu, daftar top losers mencakup PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang turun 6% ke Rp 47. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melemah 4,69% ke Rp 1.015, dan GOTO melengkapi daftar dengan penurunan 3,33%.

Pergerakan bursa regional Asia siang ini terpantau bervariasi. Indeks Nikkei Jepang melonjak 2,11% ke level 69.748.

Indeks Shanghai Composite menguat 0,31% ke level 3.842. Sebaliknya, Hang Seng terkoreksi 0,34% ke level 23.891, sementara Kospi Korea bertambah 0,46% ke level 7.003.