Investasi

Morgan Stanley Alihkan Aset US$ 10 Miliar dari Reksadana ke ETF

60
×

Morgan Stanley Alihkan Aset US$ 10 Miliar dari Reksadana ke ETF

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor Morgan Stanley di New York yang menjadi pusat manajemen aset perusahaan.
Morgan Stanley mengalihkan aset senilai US$ 10 miliar dari reksadana konvensional ke instrumen ETF.

NEW YORK – Morgan Stanley melakukan perombakan strategis pada portofolio investasi obligasi daerah dengan mengalihkan aset senilai hampir US$10 miliar dari delapan reksadana konvensional ke instrumen exchange-traded fund (ETF). Langkah ini menandai pergeseran besar dalam manajemen aset perusahaan guna merespons perubahan preferensi investor di Amerika Serikat.

Unit manajemen investasi Morgan Stanley berencana meluncurkan tujuh ETF baru untuk menampung mayoritas aset dari reksadana tersebut. Sementara itu, satu reksadana lainnya akan digabungkan ke dalam produk ETF yang sudah tersedia di pasar.

Strategi ini diambil di tengah meningkatnya tekanan arus keluar dana pada reksadana obligasi daerah. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve membuat harga obligasi menjadi sangat sensitif terhadap data inflasi dan kondisi ekonomi makro AS.

Fluktuasi ekonomi yang terjadi saat ini sering kali menekan harga obligasi, yang kemudian memicu aksi penarikan dana oleh investor ritel dari reksadana tradisional. Sebaliknya, pasar mencatat permintaan yang tetap kuat terhadap produk ETF obligasi daerah.

Investor saat ini lebih memilih ETF karena menawarkan fleksibilitas transaksi, transparansi yang lebih baik, serta efisiensi pajak. Selain itu, akses terhadap strategi pengelolaan aktif melalui ETF dianggap lebih relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang volatil.

“Minat terhadap ETF obligasi daerah yang dikelola secara aktif terus meningkat,” ujar Ally Wallace, Global Head of ETFs Morgan Stanley Investment Management.

Morgan Stanley menilai konversi ini akan memperluas cakupan pilihan investasi bagi nasabah. Produk baru tersebut akan mencakup berbagai tingkat imbal hasil dan kualitas kredit yang lebih beragam.

Langkah ini sekaligus menjadi taktik perusahaan untuk mempertahankan aset di bawah kelolaan mereka. Dengan beralih ke struktur ETF, Morgan Stanley berupaya mengantisipasi perpindahan modal nasabah ke produk pesaing yang sudah menawarkan fleksibilitas serupa.

Delapan reksadana yang dikonversi tersebut merupakan produk unggulan dengan peringkat empat atau lima bintang dari Morningstar. Seluruh portofolio ini tercatat memiliki rekam jejak performa selama lebih dari 15 tahun.

Morgan Stanley mulai serius mengembangkan bisnis ETF sejak 2023. Dengan tambahan produk baru ini, total portofolio ETF perusahaan diproyeksikan mencapai 22 produk dengan total aset kelolaan melampaui US$16 miliar.

Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri keuangan global, di mana institusi besar mulai mengadopsi mekanisme ETF untuk aset-aset tradisional. Fenomena serupa juga terlihat pada pemain besar lain seperti BlackRock yang memproses konversi langsung Bitcoin ke ETF senilai US$5 miliar.

Peralihan ke ETF ini dilakukan di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Saat ini, imbal hasil obligasi 10 tahun AS menyentuh level tertinggi sejak 2023, yang turut memicu kewaspadaan investor terhadap potensi tekanan lebih lanjut pada pasar saham secara keseluruhan.