Transportasi

IMC Pelita Logistik Tambah 6 Kapal Baru untuk Genjot Kinerja

135
×

IMC Pelita Logistik Tambah 6 Kapal Baru untuk Genjot Kinerja

Sebarkan artikel ini
Dua kapal tunda dan empat tongkang baru milik PT IMC Pelita Logistik Tbk yang diproduksi di galangan kapal Batam.
PT IMC Pelita Logistik Tbk menambah enam kapal baru untuk memperkuat kapasitas angkutan kargo curah kering.

JAKARTA – PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) resmi memperkuat kapasitas operasionalnya dengan melakukan penambahan enam unit kapal baru guna mendukung bisnis pengangkutan kargo curah kering atau dry bulk. Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk memenuhi permintaan operasional pelanggan yang terus meningkat di sepanjang tahun 2026.

Armada baru yang didatangkan terdiri dari dua unit kapal tunda (tugboat) dan empat unit tongkang (barge). Seluruh kapal tersebut diproduksi di dua galangan kapal yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Setiap tongkang yang baru diakuisisi tersebut memiliki kapasitas angkut yang signifikan, yakni mencapai lebih dari 10.000 ton per unit. Penambahan ini memperkokoh posisi perusahaan dalam melayani rantai pasok komoditas domestik.

Direktur IMC Pelita Logistik, Basuki Setiogroho, mengungkapkan bahwa hingga 30 September 2026, perusahaan bersama entitas anak telah mengoperasikan total 47 unit armada. Jumlah tersebut belum termasuk enam kapal baru yang baru saja diserahterimakan.

Manajemen menegaskan bahwa peremajaan armada akan terus dilakukan secara bertahap. Kebijakan ini disesuaikan dengan dinamika kondisi pasar, kebutuhan operasional yang mendesak, serta efisiensi biaya pembangunan kapal.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa penambahan armada ini memberikan dampak yang bersifat jangka menengah bagi perusahaan. Kontribusi terhadap pendapatan diprediksi tidak akan terjadi secara instan pada kuartal IV-2026.

Menurut Nafan, dampak finansial akan sangat bergantung pada waktu efektif kapal tersebut mulai beroperasi secara komersial penuh. Oleh karena itu, lonjakan pendapatan yang signifikan belum akan terlihat dalam waktu dekat.

Secara operasional, langkah ini dinilai strategis karena mampu meningkatkan kapasitas angkut secara keseluruhan. Selain itu, penggunaan kapal baru akan memperkuat reliabilitas layanan perusahaan di mata pelanggan.

Peremajaan armada juga diproyeksikan dapat menekan durasi waktu henti atau downtime kapal. Hal ini sekaligus membantu perusahaan dalam mengelola biaya pemeliharaan yang lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan armada lama.

Peluang perbaikan kinerja PSSI pada sisa tahun 2026 dinilai cukup terbuka lebar. Faktor utama yang mendukung sentimen ini adalah potensi peningkatan aktivitas produksi dan distribusi batubara serta komoditas curah domestik.

Tren kenaikan harga batubara global menjadi sentimen positif yang tidak langsung bagi perusahaan. Kondisi pasar komoditas yang stabil akan mendorong volume pengangkutan dari para pelanggan tambang.

Selain fokus pada dry bulk, perusahaan juga terus didorong untuk melakukan diversifikasi bisnis. Segmen pengangkutan muatan cair atau liquid bulk dipandang sebagai katalis tambahan yang krusial.

Diversifikasi tersebut dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap satu sektor komoditas saja. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas arus kas perusahaan di tengah fluktuasi pasar global.

Selain ekspansi armada, PSSI juga tengah aktif mengelola struktur permodalannya. Perusahaan sebelumnya telah merencanakan pembagian saham bonus dengan rasio 30:1 serta pengalihan saham treasuri sebagai bagian dari strategi korporasi yang berkelanjutan.