Bursa Saham

Saham GOTO Menguat 6,9 Persen, Investor Soroti Prospek Bisnis Fintech

23
×

Saham GOTO Menguat 6,9 Persen, Investor Soroti Prospek Bisnis Fintech

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di layar monitor perdagangan
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan penguatan 6,9 persen menjadi Rp31 per lembar pada perdagangan Selasa.

JAKARTA – Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 6,9 persen menjadi Rp31 per lembar pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan total transaksi mencapai Rp570,9 miliar dari 18,44 miliar saham yang berpindah tangan.

Lonjakan harga ini memicu antusiasme investor yang kembali mencermati valuasi dan prospek jangka panjang bisnis teknologi tersebut. Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia, menilai harga saham saat ini berada pada level yang relatif murah dibandingkan potensi fundamental perusahaan.

Valuasi saham GOTO saat ini diperdagangkan sekitar satu kali nilai buku atau Price to Book Value (PBV). Sebagai perbandingan, perusahaan sejenis di kawasan regional umumnya dihargai pada kisaran tiga hingga empat kali nilai buku.

Sarkia menyebut, posisi pasar yang setara dengan nilai ekuitas tersebut menjadi daya tarik bagi investor. Namun, investor tetap disarankan mempertimbangkan perbedaan karakteristik serta profil profitabilitas masing-masing perusahaan.

Sektor fintech kini menjadi sorotan utama sebagai mesin pertumbuhan baru bagi ekosistem GoTo. Kontribusi layanan pembayaran dan pinjaman menunjukkan tren positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan grup.

Pada kuartal II-2026, EBITDA yang disesuaikan pada segmen fintech melonjak 447 persen secara tahunan menjadi Rp481 miliar. Capaian ini melampaui kinerja segmen On-Demand Services (ODS) yang mencatatkan EBITDA sebesar Rp464 miliar.

Pendapatan bersih sektor fintech juga tumbuh 53 persen secara tahunan menjadi Rp2,07 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan yang mencapai 28,8 juta orang.

Aktivitas transaksi fintech tercatat melonjak 91 persen menjadi 2,4 miliar transaksi. Selain itu, Core GTV fintech tumbuh 91 persen menjadi Rp157 triliun dengan portofolio pinjaman naik 58 persen menjadi Rp11 triliun.

Selain fundamental bisnis, rencana pembelian kembali saham (buyback) menjadi katalis positif bagi pergerakan harga. Perusahaan telah mengantongi persetujuan pemegang saham untuk mengalokasikan anggaran maksimal Rp3,5 triliun.

Program buyback ini diharapkan mampu menyerap tekanan jual di pasar dengan lebih efektif. Kapasitas anggaran yang besar memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham.

GOTO juga dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Agenda utama pertemuan tersebut adalah pembahasan pembatalan 32 miliar saham tresuri atau sekitar 2,7 persen dari total saham beredar.

Langkah pembatalan saham ini bertujuan untuk meningkatkan porsi kepemilikan pemegang saham secara proporsional. Strategi ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan modal perusahaan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, dinamika kepemilikan saham GOTO sempat menjadi perhatian pasar setelah Morgan Stanley and Co International Plc mengurangi porsi sahamnya. Pada 11 September 2026, investor tersebut menjual 972,62 juta lembar saham sehingga kepemilikannya turun menjadi 6,97 persen.

Meskipun terdapat tekanan jual dari pemegang saham institusi, minat investor domestik terhadap prospek fintech tetap terjaga. Pelaku pasar kini menantikan realisasi program buyback sebagai penopang fundamental harga saham ke depan.