Bursa Saham

Saham BEKS Melonjak, Bank Banten Beri Penjelasan ke Bursa Efek Indonesia

102
×

Saham BEKS Melonjak, Bank Banten Beri Penjelasan ke Bursa Efek Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta tempat perusahaan publik memberikan laporan klarifikasi
Manajemen Bank Banten memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia terkait lonjakan harga saham BEKS.

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) memberikan klarifikasi resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas perdagangan saham perseroan yang terjadi baru-baru ini. Manajemen Bank Banten menegaskan tidak ada informasi atau fakta material yang belum dipublikasikan yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham perusahaan.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai respons atas surat permintaan penjelasan dari BEI dengan nomor S-12532/BEI.PP1/09-2026 tertanggal 29 September 2026. Bursa sebelumnya menyoroti peningkatan volume transaksi dan volatilitas harga saham BEKS yang cukup signifikan di pasar modal.

Berdasarkan data perdagangan per 29 September 2026, volume transaksi saham BEKS tercatat melonjak hingga 590.445.600 saham dengan frekuensi transaksi mencapai 5.192 kali. Angka ini mencatatkan kenaikan tajam dibandingkan hari perdagangan sebelumnya yang hanya mencatat volume 6.003.700 saham dengan 213 kali frekuensi.

Akibat lonjakan aktivitas tersebut, harga saham BEKS mengalami penguatan sebesar 31,82 persen. Harga saham perusahaan bergerak dari level Rp22 menjadi Rp29 per lembar saham.

Dalam surat tanggapan tertanggal 5 Oktober 2026, pihak Bank Banten menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal. Perseroan juga menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lebih lanjut, Bank Banten memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana aksi korporasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Perseroan menyatakan tidak memiliki agenda tindakan korporasi yang dapat berakibat pada pencatatan saham di bursa dalam kurun waktu tiga bulan mendatang.

Manajemen juga mengonfirmasi tidak adanya informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material yang belum disampaikan kepada publik. Terkait struktur kepemilikan, perusahaan mengaku tidak menerima informasi mengenai rencana perubahan kepemilikan saham dari pemegang saham utama maupun pengendali dalam jangka pendek.

Fenomena volatilitas saham yang dialami Bank Banten sejalan dengan tren pengawasan ketat yang dilakukan BEI terhadap sejumlah emiten perbankan belakangan ini. Sebelumnya, bursa juga telah menyoroti pergerakan saham emiten perbankan lain seperti PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).

Selain pengawasan terhadap pergerakan saham, BEI juga terus memantau kepatuhan emiten terkait kewajiban free float sebesar 15 persen. Bank Banten sendiri terus berupaya memperkuat kinerja operasional, termasuk melalui ekspansi layanan perbankan seperti pembukaan kantor layanan baru di RSUD Balaraja.

Langkah transparansi ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para investor di pasar modal. Bank Banten berkomitmen untuk terus mematuhi ketentuan keterbukaan informasi yang ditetapkan oleh regulator demi menjaga stabilitas pasar.