JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan signifikan sebesar 1,69% atau 107,68 poin ke level 6.277,04 pada penutupan perdagangan Selasa (22/9/2026). Sentimen negatif di pasar saham domestik ini memicu aksi jual masif di berbagai sektor.
Data perdagangan menunjukkan dominasi tekanan jual dengan total 533 saham ditutup di zona merah. Sementara itu, hanya 139 saham yang mampu mencatatkan penguatan dan 118 saham lainnya berakhir stagnan.
Tekanan pada IHSG ini terjadi di tengah ketidakpastian kondisi pasar global yang turut memengaruhi minat investor di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah analis menilai pelemahan ini mencerminkan kewaspadaan pelaku pasar menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).
Meski pasar sedang dalam tekanan, para analis menilai masih terdapat peluang bagi investor untuk melakukan strategi trading jangka pendek. Peluang tersebut terutama terbuka pada saham-saham yang telah mendekati area oversold atau jenuh jual.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyatakan bahwa potensi rebound teknikal masih terbuka lebar bagi emiten tertentu. Strategi ini dianggap relevan untuk memanfaatkan volatilitas harga di tengah koreksi indeks.
Salah satu saham yang direkomendasikan untuk trading buy adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Meskipun sempat ditutup turun 4,39% ke level Rp 980, indikator teknikal menunjukkan potensi golden cross pada stochastic.
Analis mencatat DSSA memiliki level support di angka Rp 920 dan resistance di Rp 1.115. Investor disarankan untuk mencermati kemampuan harga dalam bertahan di atas level support tersebut sebelum melakukan akumulasi.
Selain DSSA, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) juga dinilai menarik karena menunjukkan tanda-tanda tekanan jual yang mulai terbatas. Volume penjualan emiten ini terpantau menurun dengan indikator RSI yang bergerak mendekati area oversold.
Oktavianus menyarankan strategi buy on weakness untuk TOWR pada kisaran harga Rp 386–Rp 394. Target resistance dipatok pada level Rp 430, dengan catatan investor harus membatasi risiko jika harga menembus level support di Rp 380.
Di sisi lain, saham PT Astra International Tbk (ASII) masih berada dalam fase bearish consolidation. Indikator Stochastics K_D dan RSI pada saham ini masih memberikan sinyal negatif kepada pelaku pasar.
ASII ditutup terkoreksi 0,83% ke posisi Rp 4.780 per saham pada perdagangan hari ini. Analis merekomendasikan investor untuk menahan posisi (hold) dengan rentang support di Rp 4.720 dan resistance di Rp 4.990.
Secara teknikal, ASII masih membutuhkan konfirmasi perbaikan momentum sebelum bisa kembali mencatatkan kenaikan harga. Saat ini, fokus pelaku pasar masih tertuju pada stabilitas indeks di tengah gejolak eksternal yang memengaruhi bursa regional.






