JAKARTA – PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) resmi mengumumkan pembagian dividen interim pertama untuk tahun buku 2026 senilai US$ 60 juta atau setara dengan Rp 1,06 triliun. Keputusan ini diambil berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.
Total nilai tersebut akan dibagikan kepada pemegang 2,61 miliar lembar saham yang beredar. Dengan demikian, setiap investor akan menerima dividen sebesar US$ 0,0229314 atau Rp 406,16 per saham.
Manajemen BSSR menetapkan tanggal pembayaran dividen dilakukan pada 9 Oktober 2026. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Berdasarkan jadwal yang dirilis, periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 29 September 2026. Sementara itu, tanggal ex dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 September 2026.
Untuk pasar tunai, periode cum dividen dijadwalkan pada 1 Oktober 2026. Sedangkan tanggal ex dividen pasar tunai akan jatuh pada 2 Oktober 2026.
Perseroan juga menetapkan 1 Oktober 2026 sebagai recording date atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen. Investor diharapkan memperhatikan jadwal tersebut agar tetap tercatat dalam daftar pemegang saham yang berhak.
Kinerja keuangan perseroan yang solid menjadi pendorong utama pembagian dividen ini. Hingga Juni 2026, BSSR mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 63,01 juta.
Angka laba bersih tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 26,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Saat itu, perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$ 49,67 juta.
Pendapatan perseroan turut mengalami kenaikan hingga pertengahan tahun 2026. Total pendapatan mencapai US$ 361,06 juta, meningkat dari US$ 326,38 juta pada Juni 2025.
Performa positif ini tercermin pada pergerakan harga saham BSSR di Bursa Efek Indonesia. Saham perseroan sempat melonjak 11,79% atau bertambah 580 poin ke level 5.475.
Secara year-to-date, harga saham BSSR telah mencatatkan kenaikan sebesar 36,82%. Tren ini menunjukkan kepercayaan pasar yang kuat terhadap fundamental perusahaan tambang tersebut.
BSSR dikenal memiliki kebijakan rutin dalam pembagian dividen, bahkan hingga tiga kali dalam satu tahun buku. Pada tahun 2025, total dividen yang dibagikan mencapai Rp 836,13 per saham.
Sementara untuk tahun buku 2024, perusahaan membagikan total dividen sebesar Rp 457,4 per saham. Konsistensi pembagian dividen ini menjadi daya tarik utama bagi para investor jangka panjang.
Dalam perkembangan lain di industri pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjadwalkan ulang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Oktober 2026. Agenda ini sebelumnya direncanakan berlangsung pada 15 September 2026, dengan isu demutualisasi bursa yang diprediksi menjadi topik utama.






