Bursa Saham

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 17 September 2026

49
×

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 17 September 2026

Sebarkan artikel ini
Suasana layar monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dengan grafik pergerakan harga saham
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp12,3 triliun pada 16 September 2026.

JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 16 September 2026, ditutup dengan kinerja yang bervariasi di antara saham-saham anggota indeks LQ45. Pasar mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp12,3 triliun di tengah tekanan aksi jual oleh investor asing.

Data menunjukkan investor asing membukukan net sell atau aksi jual bersih dengan total nilai mencapai Rp624,7 miliar. Secara volume, investor asing melepas sebanyak 1,22 miliar lembar saham sepanjang sesi perdagangan tersebut.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi saham dengan koreksi terdalam di antara kelompok yang diamati, yakni anjlok sebesar 6,57%. Di sisi lain, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan harga sebesar 1,98%.

Pada kelompok saham dengan Price Earning Ratio (PER) rendah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan penurunan harga terbesar sebesar 1,84%. Saham lain yang juga mengalami tekanan jual adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melemah 1,53% dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan koreksi 1,27%.

Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) memimpin penguatan di kelompok PER rendah dengan kenaikan 1,32%. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyusul dengan apresiasi harga sebesar 1,02%.

Pergerakan harga saham juga diwarnai oleh fluktuasi pada emiten berkapitalisasi besar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan koreksi masing-masing di atas 2%.

Di kelompok yang sama, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil menguat 1,42% di tengah sentimen pasar yang beragam. Saham PT MBMA juga mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,81%.

Dari sisi fundamental, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tetap mempertahankan posisi sebagai emiten dengan Price to Book Value (PBV) terendah, yakni di level 0,37 kali. Rasio PBV sendiri digunakan untuk membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih tertahan di level harga Rp50 per lembar. Transaksi saham GOTO tercatat hanya sebesar Rp270,3 juta, yang merupakan nilai transaksi terendah di antara 20 saham yang menjadi sorotan dalam data tersebut.

Sebagai informasi, PER merupakan rasio yang menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibandingkan dengan laba bersih per sahamnya. Investor kerap menggunakan indikator ini untuk menilai apakah sebuah saham tergolong murah atau mahal di pasar.

Kondisi pasar modal Indonesia saat ini turut dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Pada Kamis (17/9/2026) pagi, harga emas dilaporkan mengalami penurunan pasca kebijakan The Fed menaikkan suku bunga acuan.

Selain itu, harga minyak mentah dunia juga terpantau terkoreksi pada pagi hari ini. Koreksi tersebut terjadi seiring dengan mulai meredanya gangguan pasokan yang sempat melanda pasar energi global.