Valuta

Rupiah Menguat ke Rp17.894 per Dolar AS, Terbaik di Asia Hari Ini

56
×

Rupiah Menguat ke Rp17.894 per Dolar AS, Terbaik di Asia Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di layar monitor pasar keuangan
Rupiah menguat ke level Rp17.894 per dolar AS dan menjadi mata uang dengan performa terbaik di Asia pada Rabu (30/9/2026).

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Mata uang Garuda ditutup menguat ke level Rp 17.894 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pencapaian tersebut menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan performa paling unggul dibandingkan mata uang lainnya di kawasan Asia hari ini. Rupiah berhasil mencatatkan apresiasi sebesar 0,49% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.981 per dolar AS.

Kondisi pasar mata uang Asia secara umum menunjukkan tren penguatan hingga pukul 15.00 WIB. Mayoritas mata uang regional berhasil mencatatkan kenaikan nilai di hadapan dolar AS.

Yen Jepang mengekor di posisi kedua setelah rupiah dengan penguatan sebesar 0,26%. Sementara itu, dolar Taiwan mencatatkan kenaikan sebesar 0,15% dan rupee India terapresiasi sebesar 0,13%.

Dolar Singapura dan baht Thailand turut mengikuti tren positif dengan masing-masing kenaikan sebesar 0,09%. Di sisi lain, yuan China menguat 0,04% dan ringgit Malaysia mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,03%.

Dolar Hong Kong juga berada di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,02%. Pergerakan positif ini menunjukkan dominasi mata uang Asia dalam menghadapi fluktuasi indeks dolar AS sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Namun, tidak semua mata uang di kawasan Asia berhasil mencatatkan penguatan. Beberapa mata uang justru harus mengalami tekanan di tengah dinamika pasar global.

Peso Filipina tercatat sebagai mata uang dengan pelemahan paling dalam di Asia pada penutupan hari ini. Nilai tukar peso anjlok sebesar 0,12% terhadap dolar AS.

Selain peso, won Korea Selatan juga mengalami tekanan meskipun dalam skala yang lebih kecil. Mata uang Negeri Ginseng tersebut ditutup melemah tipis sebesar 0,007%.

Penguatan rupiah yang signifikan ini menjadi sorotan pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Stabilitas rupiah di level Rp 17.894 per dolar AS memberikan sinyal positif bagi sentimen investor domestik.

Dinamika pasar hari ini memperlihatkan adanya perbedaan respons mata uang Asia terhadap arus modal masuk maupun keluar. Rupiah sejauh ini menunjukkan ketahanan yang cukup kuat dibandingkan rekan-rekan regionalnya.

Analis pasar terus memantau perkembangan kebijakan moneter global yang menjadi sentimen utama pergerakan mata uang. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang memengaruhi posisi dolar secara keseluruhan.

Hingga penutupan perdagangan sore ini, volume transaksi di pasar spot tetap terjaga. Pelaku pasar cenderung menahan diri sembari menunggu data ekonomi lanjutan yang akan dirilis pada hari-hari mendatang.