JAKARTA – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) melakukan transformasi bisnis besar-besaran dengan beralih dari sektor perlengkapan rumah tangga menjadi penyedia infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Aksi korporasi ini turut didukung oleh masuknya investasi dari pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir serta perolehan fasilitas kredit jumbo dari perbankan.
Perubahan haluan bisnis ini berdampak signifikan terhadap kinerja saham perseroan di Bursa Efek Indonesia. Hingga perdagangan Selasa (29/9), harga saham MGLV telah melonjak 581,82% sejak awal tahun menjadi Rp 15.000 per lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 28,57 triliun.
Transformasi MGLV dilakukan melalui akuisisi dua entitas anak usaha, yakni PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC), pada 9 September 2026. Perseroan menguasai 99,9% kepemilikan di masing-masing anak usaha tersebut untuk menggarap proyek infrastruktur komputasi.
NAC saat ini mengelola proyek JababekaDC di Cikarang, Bekasi, yang sedang dalam tahap ekspansi kapasitas listrik menjadi 42 megawatt (MW). Sementara itu, NGC bertanggung jawab atas pembangunan BatangDC di Kawasan Industri Terpadu Batang dengan target kapasitas hingga 60 MW.
Untuk mendanai pengembangan proyek tersebut, NAC dan NGC memperoleh fasilitas pinjaman total senilai Rp 10,75 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pusat data, belanja modal, hingga pembayaran bunga selama masa konstruksi.
Di sisi lain, keluarga Thohir semakin memperkuat posisinya di MGLV melalui kendaraan investasi Trinugraha Thohir dan Trinugraha Thohir Harmoni. Selain itu, Boy Thohir secara pribadi telah memborong 30 juta saham MGLV karena menilai prospek infrastruktur teknologi masa depan sangat menjanjikan.
Langkah strategis lainnya dilakukan melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 2,54 triliun melalui penerbitan maksimal 285,73 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 8.880 per lembar.
Presiden Direktur NexAI, Ahmad Zulfikar, menyatakan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan untuk mempercepat pembangunan AI data center berstandar tier III. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terkini.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai langkah pivot MGLV ke sektor pusat data sebagai langkah strategis. Berdasarkan valuasi discounted cash flow, nilai ekuitas perusahaan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan penambahan kapasitas infrastruktur hingga tahun 2031 mendatang.
Sebelumnya, MGLV dikenal sebagai PT Pancamagram Wisesa yang berdiri sejak 1990 dan bergerak di bidang impor marmer serta granit. Kini, perseroan telah sepenuhnya mengubah fokus kegiatan usahanya ke sektor infrastruktur komputasi, pusat data, dan konsultasi manajemen.






