JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Senin (14/9/2026), setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Pelantikan tersebut dilakukan untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang dicopot dari jabatannya di tengah hari. Pergantian mendadak ini sempat memicu tekanan tajam pada pasar modal domestik sebelum akhirnya mereda.
Pada pukul 15.49 WIB, IHSG tercatat hanya terkoreksi tipis 0,039 poin atau 0,00% ke level 6.541,33. Sebelumnya, indeks sempat terperosok hingga level terendah di 6.371,39, yang mencerminkan penurunan lebih dari 2,5% akibat sentimen perubahan posisi bendahara negara.
Respons pasar yang berbalik arah ini terjadi tak lama setelah kabar penunjukan Suahasil Nazara mencuat ke publik. Pengangkatan Suahasil tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih.
Meski indeks berhasil mendekati posisi penutupan, tekanan jual masih mendominasi sepanjang hari. Sebanyak 451 saham tercatat melemah, sementara 198 saham menguat dan 139 saham stagnan.
Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 32,82 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp16,43 triliun. Saham-saham sektor perbankan besar atau big banks terpantau kompak menguat, dengan BBRI memimpin kenaikan sebesar 3,98%.
Suahasil Nazara bukanlah sosok asing di lingkungan Kementerian Keuangan. Pria kelahiran 23 November 1970 ini merupakan ekonom dan akademisi Universitas Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam perumusan kebijakan fiskal nasional.
Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Science di Cornell University dan meraih gelar PhD dari University of Illinois Urbana-Champaign pada 2003. Karier birokrasinya dimulai sebagai Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011.
Suahasil juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 2016. Namanya semakin menonjol setelah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan kembali dipercaya memegang posisi tersebut dalam pemerintahan Prabowo-Gibran sejak 2024.
Penunjukan Suahasil dinilai sebagai langkah pemerintah untuk menempatkan figur internal yang memahami mekanisme pengelolaan APBN secara mendalam. Pasar kini menanti langkah strategis dan kebijakan fiskal yang akan diambil Suahasil dalam sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Sebelum pengumuman pencopotan resmi dilakukan oleh Presiden Prabowo, Purbaya Yudhi Sadewa diketahui masih menjalankan tugas kenegaraan. Purbaya sempat memimpin rapat penting serta menerima sejumlah panggilan telepon sebelum akhirnya posisinya digantikan secara definitif pada hari ini.






