Bursa Saham

Fortune Indonesia Siapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun, Ini Rinciannya

59
×

Fortune Indonesia Siapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun, Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran dengan papan nama perusahaan PT Fortune Indonesia Tbk
PT Fortune Indonesia Tbk berencana melakukan rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp27,1 triliun.

JAKARTA – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 215,096 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp126 per lembar.

Melalui keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (14/9/2026), aksi korporasi ini diproyeksikan mampu menghimpun dana hingga Rp27,1 triliun. Saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per saham dan mencakup 99,79% dari modal ditempatkan serta disetor penuh perseroan pasca-PMHMETD I.

Struktur pembagian hak ditetapkan bagi setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB. Para pemegang saham tersebut berhak memperoleh 46.235 HMETD, di mana setiap satu HMETD dapat ditebus untuk satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126.

Pemegang saham pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), dijadwalkan menjadi penyerap utama dalam rights issue ini. Dengan kepemilikan sebesar 76,81%, IMR AH memperoleh hak atas 165,217 miliar HMETD dan telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan hampir seluruh hak yang dimilikinya.

Pelaksanaan hak oleh IMR AH dilakukan melalui mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk aset selain uang tunai. Aset yang diserahkan berupa 49% kepemilikan IMR AH di PT Borneo Prima (BP), yang terdiri dari 10.780 saham Seri A.

Nilai aset yang digunakan dalam skema inbreng ini tercatat mencapai Rp20,817 triliun. Langkah ini menegaskan bahwa partisipasi pemegang saham pengendali dalam penambahan modal tidak sepenuhnya menggunakan dana tunai, melainkan melalui konsolidasi aset perusahaan.

Terkait jadwal perdagangan, HMETD dapat diperdagangkan di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tujuh hari kerja. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung mulai 25 September hingga 6 Oktober 2026.

Saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan mulai dicatatkan di BEI pada 25 September 2026. HMETD yang tidak dimanfaatkan oleh investor hingga akhir periode perdagangan akan dinyatakan tidak berlaku.

Investor perlu memperhatikan sejumlah tanggal penting untuk mengikuti aksi korporasi ini. Cum-right di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 21 September 2026, sementara ex-right jatuh pada 22 September 2026.

Untuk pasar tunai, cum-right dijadwalkan pada 23 September 2026 dan ex-right pada 24 September 2026. Tanggal pencatatan atau recording date untuk menentukan daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD ditetapkan pada 23 September 2026.

Distribusi surat bukti HMETD (SBHMETD) dan prospektus dijadwalkan pada 24 September 2026. Batas akhir pembayaran untuk pemesanan saham tambahan ditetapkan pada 7 Oktober 2026.

Proses penjatahan dan penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada 8 Oktober 2026. Pengembalian uang pemesanan atas pesanan yang tidak terpenuhi dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober 2026.

Seluruh rencana aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pendanaan Fortune Indonesia untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.