Investasi

Investasi Rp200 Miliar di Bandara Dhoho Belum Dongkrak Kinerja Gudang Garam

48
×

Investasi Rp200 Miliar di Bandara Dhoho Belum Dongkrak Kinerja Gudang Garam

Sebarkan artikel ini
Pemandangan area terminal dan landasan pacu Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.
Bandara Dhoho di Kediri belum memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk.

JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyatakan bahwa operasional Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, belum memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan hingga saat ini. Manajemen menegaskan bahwa proyek infrastruktur tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang.

Direktur Gudang Garam, Istata Taswin Siddharta, menyampaikan hal tersebut dalam agenda paparan publik pada Kamis (10/9/2026). Pihak perusahaan memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah strategis perusahaan dalam mendukung operasional bandara terus dilakukan meski belum berdampak langsung pada laba. Gudang Garam baru saja menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp200 miliar kepada anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI).

Transaksi tersebut dilakukan dengan cara mengambil alih 200.000 saham baru yang dikeluarkan oleh SDHI. Suntikan modal ini meningkatkan total modal ditempatkan dan disetor SDHI dari Rp14,3 triliun menjadi Rp14,5 triliun.

Sebelum transaksi ini, Gudang Garam telah menguasai 99,9 persen saham di SDHI atau setara dengan 14,29 juta lembar saham. Penambahan modal ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas operasional dan pengembangan fasilitas bandara.

Meskipun investasi terus digelontorkan, manajemen belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kendala atau faktor spesifik yang menghambat optimalisasi kinerja keuangan dari proyek tersebut. Fokus perusahaan saat ini masih tertuju pada penyelesaian dan efektivitas proyek yang telah berjalan.

Selain Bandara Dhoho, Gudang Garam tercatat belum memiliki rencana ekspansi investasi baru di luar proyek infrastruktur jalan tol yang sedang dikerjakan. Perusahaan tampak lebih berhati-hati dalam menempatkan modal di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Di sisi lain, Bandara Dhoho Kediri sendiri saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menjadi embarkasi haji. Kementerian Haji dan Umrah Indonesia telah melakukan visitasi untuk meninjau kesiapan fasilitas, operasional, serta koordinasi layanan bagi calon jemaah.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan utilisasi bandara di masa mendatang. Penggunaan bandara sebagai embarkasi haji menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan trafik penumpang dan aktivitas operasional di bandara tersebut.

Secara makro, sektor infrastruktur di Indonesia memang sedang dalam fase pengembangan yang masif. Pemerintah terus mendorong berbagai investasi, termasuk melalui insentif pajak bagi investor di kawasan strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menawarkan tax holiday hingga 200 persen.

Namun, bagi Gudang Garam, tantangan dalam merealisasikan imbal hasil dari proyek bandara tetap menjadi fokus utama. Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan operasional Bandara Dhoho guna memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang tersebut.