Bursa Saham

NexAI (MGLV) Incar Dana Segar Rp 2,54 Triliun Lewat Rights Issue

30
×

NexAI (MGLV) Incar Dana Segar Rp 2,54 Triliun Lewat Rights Issue

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk di Jakarta
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menargetkan perolehan dana Rp 2,54 triliun melalui rights issue untuk pengembangan pusat data AI.

JAKARTA – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) secara resmi membidik perolehan dana segar senilai Rp 2,54 triliun melalui aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langkah strategis ini dilakukan perusahaan guna mengakselerasi pengembangan infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Rencana aksi korporasi tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 7 September 2026. Perseroan dijadwalkan menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru dengan harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 8.880 per lembar saham.

Dalam skema penerbitan ini, setiap pemegang 100 saham lama MGLV akan mendapatkan 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan rasio 100:25. PT Nextier Datamate Center, selaku pemegang saham utama, telah menyatakan komitmen penuh untuk melaksanakan seluruh haknya dengan nilai investasi mencapai Rp 1,85 triliun.

Presiden Direktur NexAI Digital Infrastruktur, Ahmad Zulfikar, menyatakan bahwa dana hasil rights issue akan difokuskan untuk pembangunan layanan pusat data berstandar tier III. Fasilitas ini dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terkini di industri.

Sebagian dana juga akan dialokasikan sebagai injeksi modal kepada dua anak usaha perseroan, yakni PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAi Center. Kedua entitas tersebut saat ini tengah menggarap proyek pusat data berbasis AI dengan total kapasitas mencapai 102 Megawatt (MW).

PT Nextier Askara Center sedang melakukan ekspansi kapasitas sebesar 36 MW di Jababeka, Jawa Barat, melengkapi fasilitas yang sudah beroperasi sebesar 6 MW. Di lokasi berbeda, PT Nextier GenAi Center tengah membangun pusat data berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

Selain untuk ekspansi operasional, perseroan juga akan memanfaatkan dana tersebut untuk pengambilalihan piutang PT Nextier Datamate Center dari PT Nextier Askara Center dan PT Nextier GenAi Center. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan struktur permodalan perusahaan secara menyeluruh.

Aksi korporasi ini mencerminkan agresivitas emiten pusat data dalam menangkap peluang pasar AI yang terus berkembang pesat di Indonesia. Penguatan infrastruktur digital ini diharapkan mampu menopang kebutuhan komputasi intensif yang kini menjadi standar baru dalam industri data center nasional.

Hingga saat ini, manajemen NexAI Digital Infrastruktur terus mematangkan persiapan teknis pelaksanaan rights issue sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku. Perusahaan optimistis bahwa suntikan modal ini akan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham seiring dengan beroperasinya fasilitas pusat data baru tersebut.