JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026. Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 309,37 juta, melonjak 76,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 174,94 juta.
Peningkatan laba bersih ini didorong oleh efisiensi operasional perusahaan yang konsisten di tengah dinamika Harga Batubara Acuan (HBA) global. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Sabtu (29/8/2026), pendapatan usaha ADRO tercatat tumbuh 16,50% secara tahunan (year on year/yoy).
Pendapatan usaha perseroan mencapai US$ 999,24 juta pada semester I-2026, naik dari US$ 857,69 juta pada semester I-2025. Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen pertambangan sebesar US$ 581,81 juta dan segmen jasa pertambangan sebesar US$ 470,82 juta.
Dalam catatan operasionalnya, Singapura menjadi jangkar ekspor utama bagi perusahaan sepanjang semester ini. Selain Singapura, pasar ekspor ADRO juga didominasi oleh permintaan yang stabil dari Jepang dan Korea Selatan.
Manajemen ADRO berhasil menjaga beban pokok pendapatan tetap terkendali dengan kenaikan tipis hanya 0,55% menjadi US$ 576,56 juta. Hal ini memberikan kontribusi pada kenaikan laba bruto sebesar 48,69% menjadi US$ 422,68 juta.
Efisiensi lebih lanjut terlihat pada penurunan beban usaha sebesar 3,31% menjadi US$ 58,35 juta dibandingkan periode sebelumnya. Penghematan biaya ini berdampak positif pada laba usaha yang melonjak drastis sebesar 87,75% menjadi US$ 381,76 juta.
Selain efisiensi biaya, perolehan pendapatan lain-lain neto sebesar US$ 17,43 juta turut memperkuat posisi keuangan perusahaan. Angka ini berbanding terbalik dengan posisi semester I-2025, di mana perseroan sempat mencatatkan beban lain-lain sebesar US$ 20,60 juta.
Secara keseluruhan, posisi neraca keuangan ADRO hingga akhir Juni 2026 tetap solid dengan total aset mencapai US$ 7,80 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,68 miliar dan ekuitas sebesar US$ 5,13 miliar.
Pertumbuhan laba yang melesat 76,84% ini menunjukkan ketangguhan model bisnis ADRO dalam mengelola fluktuasi pasar komoditas. Fokus pada efisiensi operasional di seluruh lini bisnis menjadi kunci utama keberhasilan perusahaan dalam mencatatkan margin yang lebih tebal.
Dengan posisi kas dan ekuitas yang terjaga, ADRO diproyeksikan memiliki ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi atau operasional rutin di sisa tahun 2026. Data keuangan ini sekaligus mempertegas posisi ADRO sebagai salah satu emiten sektor energi dengan fundamental yang kuat di pasar domestik.






