NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup melemah pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Investor merespons dengan hati-hati pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang menegaskan komitmen bank sentral untuk terus memerangi inflasi.
Dalam pidato perdananya di Jackson Hole, Warsh menekankan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan besar untuk menekan inflasi menuju target 2%. Ia menyatakan belum ada keyakinan penuh bahwa laju kenaikan harga telah bergerak cukup cepat ke sasaran tersebut.
Indeks S&P 500 terkoreksi 19,23 poin atau 0,25% ke level 7.711,76 pada akhir perdagangan Jumat. Indeks Nasdaq Composite turut melemah 138,93 poin atau 0,52% menjadi 26.402,42.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan penurunan tipis sebesar 9,45 poin atau 0,02% ke posisi 53.559,99. Meskipun ditutup melemah pada Jumat, ketiga indeks utama tersebut mencatatkan akumulasi kenaikan mingguan yang moderat.
Sikap tegas Warsh memicu spekulasi pasar mengenai kebijakan moneter mendatang. Para pelaku pasar kini meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan bulan September 2026.
Pandangan trader saat ini terpecah antara opsi kenaikan suku bunga atau mempertahankan level saat ini. Keraguan ini muncul setelah data inflasi terbaru menunjukkan tren yang belum konsisten.
Mark Hackett, kepala strategi pasar di Nationwide, menilai bahwa pasar bereaksi moderat karena Warsh tetap konsisten pada pendirian hawkish-nya. Investor yang sempat berharap adanya pelonggaran kebijakan kini harus menghadapi realitas bahwa The Fed belum akan melunak.
Aditya Bhave, kepala riset ekonomi AS di Bank of America, menyoroti beban kredibilitas yang kini dipikul oleh Warsh. Menurutnya, The Fed harus merealisasikan kenaikan suku bunga bulan depan kecuali data ketenagakerjaan dan inflasi Agustus menunjukkan pelemahan signifikan.
Di sisi lain, pergerakan saham sektor teknologi, khususnya produsen cip, terpantau bervariasi. Saham Nvidia terkoreksi 4,6% setelah reli panjang di sesi sebelumnya.
Marvell Technology mengalami tekanan lebih dalam dengan penurunan sebesar 10,3%. Hal ini dipicu oleh keraguan investor terkait jadwal perolehan pendapatan dari kemitraan strategis cip AI dengan Google.
Sebaliknya, beberapa perusahaan berkapitalisasi besar atau megacap justru mencatatkan penguatan. Saham Alphabet tercatat naik 1,7%, sementara Apple menguat 1,6% pada penutupan perdagangan.
Saham Salesforce melanjutkan tren positif dengan kenaikan 1,6%, memberikan dukungan bagi indeks Dow Jones. Sementara itu, PayPal anjlok 12,7% setelah rencana akuisisi oleh konsorsium Advent dan Stripe dilaporkan batal.
Emiten ritel Gap mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 13% pasca penunjukan CEO baru untuk Old Navy dan revisi naik proyeksi laba tahunan. Di sisi lain, saham Ulta Beauty melemah 4,2% menyusul perlambatan pertumbuhan penjualan sebanding pada kuartal kedua.






