Bursa Saham

JP Morgan Dukung Rencana BEI Turunkan Batas Harga Saham ke Rp 1

57
×

JP Morgan Dukung Rencana BEI Turunkan Batas Harga Saham ke Rp 1

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta dengan latar belakang aktivitas pasar modal
Bursa Efek Indonesia sedang mengkaji rencana penurunan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji kebijakan strategis untuk menurunkan batas harga minimum saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp 50 menjadi Rp 1. Wacana penghapusan batasan harga yang selama ini dikenal sebagai saham “gocap” tersebut diproyeksikan akan mengubah dinamika perdagangan serta meningkatkan likuiditas di pasar modal domestik.

Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan Indonesia, Benny Kurniawan, menyatakan bahwa penghapusan batas bawah harga akan memberikan dampak positif bagi transparansi pasar. Selama ini, banyak pelaku pasar yang keliru menganggap batasan Rp 50 sebagai pelindung risiko penurunan harga.

Padahal, mekanisme pasar negosiasi sebenarnya memungkinkan harga saham bergerak di luar batas tersebut. Dengan menghapus ketentuan tersebut, pasar diharapkan bergerak lebih alami sesuai dengan mekanisme penawaran dan permintaan yang sesungguhnya.

Kebijakan ini juga dinilai akan mendapatkan respons positif dari investor asing. Benny membandingkan langkah BEI dengan praktik di bursa saham Amerika Serikat yang tidak menerapkan batasan harga minimum dan memiliki kategori saham murah atau penny stocks.

Penghapusan batas Rp 50 akan menghilangkan kekhawatiran investor ritel terkait likuiditas saham. Selama ini, terdapat ketakutan bahwa saham yang mendekati harga Rp 50 akan sulit diperjualbelikan kembali karena keterbatasan ruang gerak harga.

Dengan adanya rentang transaksi yang lebih luas, investor diharapkan tidak lagi ragu untuk bertransaksi pada saham-saham dengan kapitalisasi rendah. Hal ini diharapkan mampu mendorong partisipasi investor yang lebih aktif di pasar modal.

Di sisi lain, pergerakan pasar modal pada Jumat, 4 September 2026, menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Data RTI menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tergelincir ke level 6.660,789 pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Tercatat sebanyak 325 saham mengalami pelemahan, sementara 266 saham menguat dan 196 saham lainnya stagnan. Saham-saham seperti ESSA dan ASII menjadi pendorong utama pelemahan indeks pada sesi tersebut.

Wacana perubahan batas harga saham ini juga muncul di tengah dinamika sektor perbankan dan komoditas. Saat ini, bank swasta tengah bersiap memperebutkan Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) setelah adanya relaksasi kebijakan pengelolaan.

Kondisi likuiditas valuta asing di bank swasta diharapkan meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah tersebut. Namun, para analis terus mencermati bagaimana kebijakan teknis BEI akan berinteraksi dengan sentimen makroekonomi yang ada.

Secara teknis, penurunan batas harga menjadi Rp 1 memberikan fleksibilitas bagi emiten dan pelaku pasar. Namun, para pengamat menyarankan agar perubahan ini tidak hanya dipandang sebagai penyesuaian teknis semata.

Langkah ini harus dipandang sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar modal yang lebih komprehensif. Dengan demikian, struktur perdagangan saham di Indonesia akan lebih setara dengan standar pasar modal global.