Bursa Saham

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 5 Oktober 2026

28
×

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi 5 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia
Suasana aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan dinamika pergerakan harga yang signifikan pada saham-saham konstituen indeks LQ45 sepanjang perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026. Total nilai transaksi harian di bursa mencapai Rp12,3 triliun.

Aktivitas investor asing terpantau dominan melakukan aksi jual. Data perdagangan menunjukkan net sell asing mencapai Rp1,27 triliun dengan volume penjualan sebesar 33,49 miliar saham.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memimpin penguatan di antara jajaran saham berkapitalisasi besar dengan kenaikan harga sebesar 3,58%. Saham lainnya yang turut menguat adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 0,64% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 0,50%.

Di sisi lain, tekanan jual menghinggapi saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 2,21%. Penurunan juga dialami oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang melemah 1,74% pada penutupan perdagangan.

Lonjakan harga paling mencolok terjadi pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melesat 7,14%. Kenaikan ini menjadikan GOTO sebagai saham dengan performa penguatan tertinggi di antara 20 saham yang dipantau dalam daftar tersebut.

Sebaliknya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi sebagai penurun terdalam dengan koreksi sebesar 2,97%. Tekanan juga dirasakan oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 2,31%.

Valuasi saham-saham tersebut turut menjadi sorotan investor melalui indikator rasio harga terhadap laba (PER) dan rasio harga terhadap nilai buku (PBV). Indikator ini mencerminkan sejauh mana harga pasar mencerminkan kinerja fundamental perusahaan.

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tercatat memiliki rasio PBV terendah di antara 20 saham gabungan tersebut, yakni sebesar 0,34 kali. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan rasio PER paling rendah, berada di level 3,11 kali.

Dinamika ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap kebijakan baru BEI mengenai penerapan kembali transaksi short selling yang dijadwalkan mulai Oktober 2026. Saham-saham LQ45 diproyeksikan menjadi acuan utama dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan dengan mekanisme tersebut.

Kebijakan lain yang turut memengaruhi sentimen pasar adalah penghapusan batas harga minimum saham Rp50. Kebijakan ini telah berlaku efektif sejak 28 September 2026, menghapus batas bawah harga yang sebelumnya diatur oleh bursa.

Para pelaku pasar kini tengah mencermati peluang pemulihan indeks di kuartal IV-2026. Analisis fundamental dan teknikal tetap menjadi acuan utama investor dalam menentukan posisi di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.