Industri

IMC Pelita Logistik Tambah 6 Kapal Baru untuk Genjot Kinerja

34
×

IMC Pelita Logistik Tambah 6 Kapal Baru untuk Genjot Kinerja

Sebarkan artikel ini
Dua kapal tunda dan empat tongkang baru milik PT IMC Pelita Logistik Tbk yang dibangun di galangan kapal Batam.
PT IMC Pelita Logistik Tbk menambah enam unit armada kapal baru untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan kargo curah kering.

JAKARTA – PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) resmi memperkuat kapasitas operasional perusahaan melalui penambahan enam unit kapal baru. Investasi aset ini difokuskan untuk mengoptimalkan kegiatan pengangkutan kargo curah kering atau dry bulk guna memenuhi kebutuhan operasional pelanggan yang terus meningkat.

Armada tambahan tersebut terdiri dari dua unit kapal tunda (tugboat) dan empat unit tongkang (barge). Seluruh kapal ini dibangun di dua fasilitas galangan kapal yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Setiap tongkang yang didatangkan memiliki kapasitas angkut yang signifikan, yakni melebihi 10.000 ton per unit. Penambahan ini memperluas total armada yang dikelola perusahaan di tengah kompetisi industri logistik maritim yang kian ketat.

Direktur IMC Pelita Logistik, Basuki Setiogroho, menyatakan bahwa hingga akhir September 2026, perseroan telah mengoperasikan 47 unit armada. Jumlah tersebut belum termasuk enam kapal baru yang baru saja diserahterimakan.

Manajemen menegaskan bahwa strategi peremajaan dan penambahan armada dilakukan secara terukur. Keputusan ini mempertimbangkan dinamika kondisi pasar, urgensi kebutuhan operasional, serta efisiensi biaya pembangunan kapal.

Langkah ekspansi ini mendapat sorotan dari analis pasar terkait dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kontribusi armada baru terhadap pendapatan akan bersifat bertahap.

Dampak penambahan kapal diprediksi relatif terbatas dalam jangka pendek. Kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan sangat bergantung pada waktu operasional efektif setiap kapal dalam skema komersial.

Oleh karena itu, penambahan armada ini kemungkinan besar tidak akan memicu lonjakan pendapatan instan pada kuartal IV-2026. Pertumbuhan kinerja diproyeksikan akan mengalir secara gradual seiring dengan optimalisasi penggunaan kapal.

Dalam jangka menengah, langkah ini dipandang sebagai langkah strategis bagi perusahaan. Peningkatan jumlah armada akan memperkuat reliabilitas layanan sekaligus meningkatkan kapasitas angkut total PSSI.

Peremajaan armada juga dianggap sebagai solusi efisiensi jangka panjang. Penggunaan kapal baru berpotensi menekan biaya pemeliharaan dan mengurangi durasi waktu tunggu (downtime) dibandingkan dengan armada lama.

Peluang perbaikan kinerja PSSI di sisa tahun 2026 dinilai masih terbuka lebar. Hal ini sangat bergantung pada aktivitas produksi serta distribusi batubara dan komoditas curah domestik di pasar nasional.

Kenaikan harga batubara global menjadi sentimen positif tidak langsung bagi perusahaan. Kondisi tersebut berpotensi memacu volume pengangkutan komoditas tambang dari para pelanggan utama PSSI.

Selain itu, diversifikasi bisnis ke segmen kargo cair (liquid bulk) menjadi katalis penting bagi masa depan perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pendapatan pada angkutan curah kering.

Sebelumnya, PSSI juga telah mengambil langkah korporasi lain untuk memperkuat struktur modal. Perusahaan berencana membagikan saham bonus dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan rasio 30:1, yang bernilai total Rp17,33 miliar.

Selain itu, PSSI juga tengah mengalihkan sebagian saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak 85 juta lembar. Langkah ini merupakan bagian dari manajemen kas dan pengelolaan aset treasuri perusahaan.