Bursa Saham

Haji Isam Borong Saham Bayan Resources, Kepemilikan Tembus 10 Miliar Lembar

113
×

Haji Isam Borong Saham Bayan Resources, Kepemilikan Tembus 10 Miliar Lembar

Sebarkan artikel ini
Logo PT Bayan Resources Tbk di gedung perkantoran dengan latar belakang perkotaan
PT Bayan Resources Tbk mengonfirmasi peningkatan jumlah saham yang dialihkan kepada entitas bisnis milik Haji Isam.

JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengonfirmasi adanya perubahan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang melibatkan pendiri perusahaan, Dato’ Low Tuck Kwong, dengan PT Jhonlin Baratama, entitas bisnis milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Jumlah saham yang akan dialihkan dalam transaksi ini meningkat menjadi 10.084.088.370 lembar saham.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 84.087.870 saham dari kesepakatan awal yang dipatok sebanyak 10.000.000.500 lembar saham. Perubahan ini tertuang dalam adendum perjanjian yang ditandatangani oleh Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama pihak pembeli pada 1 Oktober 2026.

Hingga saat ini, manajemen Bayan Resources belum merinci nilai valuasi atau harga per lembar saham dalam aksi korporasi tersebut. Pihak perusahaan menyatakan bahwa transaksi ini merupakan ranah pribadi para penjual dan tidak melibatkan jajaran direksi maupun komisaris perseroan dalam proses negosiasinya.

Kepemilikan 10,08 miliar saham ini akan menempatkan Haji Isam sebagai salah satu pemegang saham signifikan di emiten batu bara tersebut. Langkah akuisisi ini dipandang sebagai babak baru dalam peta persaingan bisnis batu bara nasional, mengingat posisi Bayan Resources sebagai salah satu produsen komoditas terbesar di Indonesia.

Di tengah proses transaksi tersebut, PT Bayan Resources Tbk juga baru saja menerima kabar positif terkait operasional anak usahanya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi telah menyetujui perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 untuk tiga anak perusahaan milik perseroan.

Persetujuan RKAB tersebut memungkinkan peningkatan target produksi bagi ketiga anak usaha tersebut dengan kisaran total mencapai 15 hingga 20 juta ton. Hal ini menjadi indikator penting bagi keberlanjutan bisnis perseroan di tengah transisi kepemilikan saham yang sedang berlangsung.

Terkait potensi perubahan susunan manajemen, pihak Bayan Resources menegaskan belum ada rencana untuk merombak jajaran direksi maupun dewan komisaris. Perseroan juga belum menerima permintaan resmi dari pemegang saham utama untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna membahas transisi kepengurusan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah meminta penjelasan mengenai strategi jangka panjang perseroan pascatransaksi. Permintaan tersebut mencakup rencana pengembangan bisnis, investasi, hingga potensi sinergi strategis antara Bayan Resources dengan kelompok usaha Jhonlin Group.

Namun, manajemen menyatakan belum dapat memberikan tanggapan mendalam mengenai sinergi bisnis tersebut. Mereka beralasan bahwa transaksi antara Low Tuck Kwong dan pihak Haji Isam masih dalam proses penyelesaian dan belum ada pembahasan teknis mengenai integrasi operasional.

Sebelumnya, laporan dari berbagai sumber menyebutkan adanya negosiasi intensif terkait akuisisi saham Bayan Resources oleh entitas milik Haji Isam. Upaya ekspansi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Haji Isam di pasar modal, terutama mengingat nilai asetnya yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.