Fintech

Privy Perkuat Ekspansi Layanan Digital Trust di Pasar Australia

95
×

Privy Perkuat Ekspansi Layanan Digital Trust di Pasar Australia

Sebarkan artikel ini
Logo perusahaan Privy yang terpampang di kantor operasionalnya sebagai penyedia layanan identitas digital.
Privy memperkuat ekspansi infrastruktur kepercayaan digital di pasar Australia untuk mendukung keamanan transaksi lintas negara.

BRISBANE – Perusahaan penyedia identitas dan tanda tangan digital asal Indonesia, Privy, terus memperkuat ekspansi bisnisnya di Australia dengan mengembangkan infrastruktur kepercayaan digital atau digital trust. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan sistem keamanan dalam interaksi serta transaksi digital lintas negara yang kian masif.

Pengembangan infrastruktur ini merupakan kelanjutan dari penetrasi pasar yang telah dimulai Privy sejak 2023. Fokus utama perusahaan kini mencakup ekosistem verifikasi yang lebih komprehensif bagi pelaku bisnis di Australia.

Chief Operating Officer (COO) Privy, Nitin Mathur, menjelaskan bahwa infrastruktur digital trust yang dibangun terdiri dari tiga lapisan utama. Lapisan tersebut meliputi verifikasi identitas, verifikasi dokumen, serta Electronic Registered Delivery Service (ERDS).

Nitin menyampaikan hal tersebut dalam gelaran IndOz Conference 2026 di Brisbane City Hall pada Rabu (23/9). Menurutnya, mekanisme verifikasi identitas sangat krusial untuk memastikan keabsahan pihak yang melakukan transaksi daring.

Lapisan kedua bertujuan memastikan setiap dokumen atau tindakan yang disetujui benar-benar berasal dari pihak terkait. Sementara itu, ERDS berfungsi sebagai layanan pengiriman elektronik tercatat yang memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat dalam kontrak.

Privy menegaskan bahwa kebutuhan akan infrastruktur ini melampaui sekadar urusan kontrak formal. Setiap interaksi digital, termasuk pesan penawaran bisnis, memerlukan verifikasi untuk memastikan keamanan dari pihak pengirim.

Layanan Privy di Australia saat ini telah diadopsi oleh sejumlah perusahaan global. Beberapa di antaranya adalah platform rekrutmen Seek serta perusahaan ritel besar, Woolworths.

Ekspansi ini berlangsung di tengah tren positif perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai US$8,92 miliar atau sekitar Rp137,7 triliun.

Forum IndOz Conference 2026 yang mengusung tema “Indonesia-Australia: Beyond Dialogue, Making Deals” menjadi panggung untuk mendorong kolaborasi bisnis yang lebih konkret. Kehadiran Privy di ajang ini mempertegas ambisi perusahaan membawa teknologi asal Indonesia ke pasar global.

Sebagai informasi, Privy berdiri sejak 2016 dan mencatatkan sejarah sebagai lembaga non-pemerintah pertama yang memperoleh lisensi Certificate Authority (CA) dari pemerintah Indonesia pada 2018. Pada 2023, perusahaan ini menjadi entitas Indonesia pertama yang berhasil mengekspor jasa berteknologi tinggi ke pasar Australia.

Hingga saat ini, Privy telah melayani lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi. Selain itu, layanan mereka telah digunakan oleh lebih dari 300 ribu institusi dan pelaku bisnis di berbagai sektor.

Langkah penguatan di Australia merupakan bagian dari peta jalan produk perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan digital trust. Privy terus berupaya mengintegrasikan standar keamanan tinggi dalam setiap transaksi lintas negara yang difasilitasi oleh platform mereka.