Emas

Harga Emas Terkoreksi Tipis di Tengah Stabilnya Inflasi Hari Ini

67
×

Harga Emas Terkoreksi Tipis di Tengah Stabilnya Inflasi Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Batangan emas murni dengan latar belakang grafik perdagangan pasar komoditas
Harga emas dunia mengalami koreksi tipis di perdagangan Jumat pagi.

JAKARTA – Harga emas dunia mengalami koreksi tipis pada perdagangan Jumat (18/9/2026) pagi. Kontrak emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange tercatat berada di level US$ 4.397 per ons troi pada pukul 07.45 WIB.

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,06% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di angka US$ 4.399,70 per ons troi. Meski terkoreksi, harga komoditas logam mulia ini terpantau masih bertahan stabil di atas level US$ 4.300 per ons troi.

Stabilitas harga emas didukung oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap laju inflasi global. Hal ini dipicu oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang terjadi dalam tiga hari berturut-turut.

Data Bloomberg menunjukkan bahwa gangguan pasokan minyak di wilayah Timur Tengah diperkirakan akan segera pulih. Langkah Arab Saudi untuk mengembalikan aliran minyak melalui jalur pipa vital dalam waktu dekat telah memberikan sentimen positif bagi pasar energi.

Penurunan harga energi secara langsung mengurangi tekanan biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu pemicu inflasi. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan ruang bagi harga emas untuk tidak tertekan lebih dalam.

Selain faktor komoditas energi, pergerakan imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat juga turut mempengaruhi dinamika pasar emas. Penurunan yield obligasi AS saat ini mengurangi tekanan jual terhadap logam mulia.

Secara historis, emas cenderung menunjukkan kinerja yang kurang optimal ketika yield obligasi pemerintah berada di level tinggi. Oleh karena itu, pelemahan pada yield obligasi saat ini menjadi faktor penyeimbang yang menjaga daya tarik emas di mata investor.

Kondisi ekonomi makro global saat ini memang sedang berada dalam pengawasan ketat pelaku pasar. Selain fluktuasi harga energi, investor juga mencermati kebijakan moneter di berbagai negara maju yang masih berupaya menekan laju inflasi.

Kenaikan yield obligasi AS sempat menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025 pada awal pekan ini akibat ketegangan geopolitik. Namun, ketegangan yang mulai mereda di Timur Tengah kini memberikan dampak yang lebih terukur terhadap instrumen investasi aman atau safe haven.

Para analis pasar terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan energi yang akan mempengaruhi volatilitas harga emas ke depan. Stabilitas di level US$ 4.300 per ons troi menjadi indikator penting bagi ketahanan aset emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih mengambil posisi tunggu terhadap rilis data ekonomi lanjutan. Fokus utama tetap tertuju pada bagaimana kebijakan fiskal dan moneter merespons dinamika harga energi yang masih menjadi penentu utama arah inflasi.