Bursa Saham

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rebalancing FTSE Russell, Analis Rekomendasikan ADMR dan EMAS

78
×

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rebalancing FTSE Russell, Analis Rekomendasikan ADMR dan EMAS

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik menampilkan pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia.
IHSG diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026) di tengah antisipasi rebalancing indeks FTSE Russell.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (18/9/2026), di tengah antisipasi pasar terhadap agenda rebalancing indeks oleh FTSE Russell. Meski aksi penyesuaian bobot saham akan dilakukan pada penutupan sesi hari ini, perubahan tersebut baru akan berlaku efektif pada pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026.

Senior Teknikal Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pergerakan IHSG cenderung positif menjelang akhir pekan. Sentimen ini didorong oleh aliran modal asing yang masuk ke pasar reguler sebesar Rp152,69 miliar pada perdagangan sebelumnya.

Secara teknikal, indeks saat ini sedang memasuki fase pemulihan setelah terbentuknya pola wave [iv]. Struktur pasar dinilai masih dalam tren bullish, yang didukung oleh indikator MA20 dan MA60 yang menunjukkan pola bullish crossover serta peningkatan volume perdagangan.

Nafan menetapkan level support IHSG berada pada kisaran 6.371 hingga 6.290. Sementara itu, untuk level resisten, indeks diperkirakan akan menguji posisi 6.566 dan 6.636.

Sentimen positif pasar global juga dipengaruhi oleh respons investor terhadap kebijakan moneter The Fed. Setelah kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, pelaku pasar kini mulai merespons positif langkah tersebut sebagai upaya pengendalian inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan optimisme pasar, analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, memprediksi adanya potensi rebound pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan bergerak menuju rentang area 6.582 hingga 6.639 selama support Fibonacci di level 6.370 tetap terjaga.

Ivan mencatat level resisten IHSG berada di posisi 6.639, 6.752, 6.835, dan 6.916. Adapun batas bawah atau support indeks dipetakan pada level 6.370, 6.290, dan 6.179.

Dalam menyikapi dinamika pasar hari ini, sejumlah saham mendapatkan rekomendasi beli dari para analis. Nafan Aji Gusta merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Sementara itu, Ivan Rosanova memberikan rekomendasi untuk emiten PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam daftar pantauan analis.

Pergerakan IHSG saat ini menjadi perhatian investor di tengah upaya pemerintah dalam mendorong kinerja pasar modal. Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan adalah program kurasi 153 perusahaan UMKM melalui inisiatif RISE TO IPO 2026 agar dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan ekonomi makro, termasuk rencana revisi Undang-Undang Keuangan Negara yang sedang dibahas DPR terkait batas defisit APBN. Stabilitas ekonomi domestik diharapkan mampu menopang performa IHSG di tengah ketidakpastian pasar global.