Bursa Saham

IHSG Dibuka Menguat, MAPI hingga MBMA Jadi Top Gainers LQ45

62
×

IHSG Dibuka Menguat, MAPI hingga MBMA Jadi Top Gainers LQ45

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (18/9/2026), dengan pergerakan positif. Hingga pukul 09.05 WIB, indeks utama Bursa Efek Indonesia ini tercatat menguat 42,88 poin atau 0,66% ke level 6.505,31.

Sentimen positif terlihat dari statistik perdagangan yang mencatat 248 saham mengalami kenaikan harga. Sementara itu, 193 saham lainnya terkoreksi dan 242 saham sisanya terpantau stagnan.

Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh performa mayoritas indeks sektoral. Sembilan dari sebelas indeks sektoral mencatatkan kenaikan, dengan sektor energi memimpin penguatan sebesar 1,72%.

Sektor teknologi menyusul dengan kenaikan 0,98%, diikuti sektor barang baku yang menguat 0,67%. Di sisi lain, sektor kesehatan dan sektor keuangan menjadi penekan indeks dengan pelemahan masing-masing sebesar 0,48% dan 0,33%.

Aktivitas perdagangan di pasar modal domestik pada pembukaan sesi pertama terpantau cukup aktif. Total volume transaksi mencapai 2,51 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp1,25 triliun.

Di jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 3,09%. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut menyusul dengan penguatan masing-masing 2,35% dan 1,92%.

Sementara itu, beberapa saham yang masuk dalam daftar top losers LQ45 pagi ini antara lain PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) yang turun 1,29%. Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 1,20% dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 0,81%.

Pergerakan indeks hari ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan yang cukup variatif. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot juga menunjukkan penguatan sebesar 0,16% ke level Rp17.729 pada Jumat pagi.

Kondisi pasar modal dalam negeri juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal di kawasan Asia. Indeks KOSPI di Korea Selatan, misalnya, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,8% pada perdagangan hari yang sama, didorong oleh lonjakan harga saham sektor teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.

Secara fundamental, pasar juga mencermati berbagai data ekonomi domestik yang dirilis sepanjang 2026. Salah satunya adalah penetrasi layanan transaksi QRIS yang menembus angka Rp600,7 triliun pada semester I-2026 dengan dukungan lebih dari 45 juta merchant.

Selain itu, sektor perbankan syariah menunjukkan perkembangan positif dengan catatan 22.000 UMKM yang berhasil naik kelas hingga tahun 2026. Data-data ini memberikan optimisme tersendiri bagi investor di tengah fluktuasi indeks yang terjadi sepanjang bulan September.

Di pasar komoditas, harga buyback emas Antam hari ini juga tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp20.000 menjadi Rp2.458.000 per gram. Kenaikan harga emas ini sering kali menjadi indikator pergeseran preferensi investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.