Bursa Saham

Manajemen NexAI Digital Jelaskan Lonjakan Harga Saham MGLV Sepanjang 2026

56
×

Manajemen NexAI Digital Jelaskan Lonjakan Harga Saham MGLV Sepanjang 2026

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) di Bursa Efek Indonesia.
Manajemen NexAI Digital Infrastruktur memberikan klarifikasi terkait lonjakan harga saham MGLV sepanjang tahun 2026.

JAKARTA – Manajemen PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) memberikan klarifikasi terkait lonjakan harga saham perseroan yang mencapai 551,14% sepanjang tahun berjalan 2026. Perusahaan menegaskan bahwa dinamika harga di pasar modal sepenuhnya berada di luar kendali manajemen.

Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), saham emiten yang bergerak di sektor infrastruktur pusat data ini ditutup di level Rp 14.325 per lembar saham, terkoreksi 1,88% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meskipun demikian, akumulasi kenaikan harga dalam satu bulan terakhir masih tercatat sebesar 43,61%.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan NexAI, Putra Harianto Batee, menyatakan bahwa perseroan senantiasa berpegang pada prinsip keterbukaan informasi. Pihak manajemen memastikan telah menyampaikan setiap fakta material kepada publik sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh otoritas bursa.

“Kami tidak memiliki kendali atas pergerakan harga dan aktivitas perdagangan saham di pasar. Seluruh dinamika tersebut merupakan murni mekanisme pasar,” ujar Putra dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Lonjakan harga yang signifikan ini sempat memicu intervensi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham MGLV pada 26 Agustus 2026 karena dinilai terjadi pergerakan harga yang tidak wajar.

Sebagai langkah lanjutan, BEI sempat melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham MGLV pada 9 September 2026. Tindakan cooling down tersebut bertujuan untuk memberikan waktu bagi investor mempertimbangkan keputusan investasi, sebelum akhirnya perdagangan dibuka kembali pada 10 September 2026.

Pergerakan harga yang masif ini beriringan dengan transformasi bisnis besar-besaran yang dilakukan perusahaan. Emiten yang sebelumnya dikenal sebagai PT Panca Anugrah Wisesa Tbk ini kini beralih fokus menjadi perusahaan penyedia pusat data (data center).

Perubahan strategi ini terjadi setelah PT Nextier Datamate Center resmi menjadi pemegang saham pengendali pada Februari 2026. Pasca-akuisisi, perusahaan melakukan perombakan operasional setelah sebelumnya mencatatkan kerugian sebesar Rp 14,1 miliar.

Di tengah volatilitas harga, sejumlah aksi korporasi dari pihak internal turut menyertai perjalanan saham MGLV. Tercatat, PT Nextier Datamate Center sebagai pemegang saham pengendali sempat melepas 13,79 juta saham senilai Rp 100 miliar pada akhir Agustus 2026.

Selain itu, Putra Harianto Batee juga melakukan divestasi kepemilikan saham dalam jumlah besar. Ia tercatat menjual 68,99 juta lembar saham MGLV di harga Rp 7.250 per saham, yang menyebabkan porsi kepemilikannya menyusut menjadi 67,66% dari posisi sebelumnya yang mencapai 71,28%.