Industri

Furnace III Rampung, Vale Indonesia Optimistis Capai Target Produksi Nikel 2026

35
×

Furnace III Rampung, Vale Indonesia Optimistis Capai Target Produksi Nikel 2026

Sebarkan artikel ini
Fasilitas operasional dan tungku peleburan nikel milik PT Vale Indonesia Tbk.
Proyek Furnace III Rebuild rampung, PT Vale Indonesia optimistis mencapai target produksi nikel tahun 2026.

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menargetkan produksi nikel matte mencapai 67.645 ton sepanjang tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh rampungnya proyek perbaikan tungku listrik atau Furnace III Rebuild pada Juni 2026.

Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia, Abu Ashar, menyatakan bahwa penyelesaian proyek tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan operasional pada semester kedua. Perusahaan meyakini target tahunan tersebut dapat tercapai sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung utama lainnya adalah peningkatan kadar nikel dari kegiatan pertambangan yang dikirim ke fasilitas pengolahan. Sepanjang tahun ini, kadar nikel mencapai 1,82%, yang tercatat sebagai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kadar nikel yang lebih tinggi memberikan efisiensi signifikan bagi proses produksi di pabrik. Dengan kualitas material yang lebih baik, perusahaan tidak perlu mengolah volume bijih dalam jumlah besar untuk menghasilkan target nikel matte yang sama.

Secara teknis, efisiensi ini memungkinkan fasilitas pengolahan beroperasi secara lebih optimal dibandingkan periode sebelumnya. Pengolahan bijih dengan kadar rendah biasanya menuntut volume material yang lebih besar, sehingga peningkatan kualitas ini menjadi krusial.

Hingga akhir Juni 2026, Vale Indonesia telah mencatatkan produksi nikel matte sebesar 29.773 ton. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 16% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan capaian tersebut, perusahaan kini memiliki sisa target produksi sebesar 37.872 ton yang harus dipenuhi pada semester kedua. Manajemen memastikan bahwa seluruh persiapan operasional telah dilakukan untuk menopang stabilitas produksi hingga akhir tahun.

Selain fokus pada nikel matte, perusahaan juga mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen penjualan bijih nikel. Penjualan bijih dari Blok Bahodopi dan Pomalaa mencapai 2,545 juta ton sepanjang semester pertama 2026.

Realisasi penjualan bijih nikel tersebut melonjak drastis sebesar 626% secara tahunan. Peningkatan kontribusi dari penjualan bijih ini menjadi diversifikasi strategis bagi kinerja keuangan perusahaan di tengah upaya mengejar target produksi nikel matte.

Investasi pada infrastruktur, seperti pembaruan tungku listrik, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional. Langkah ini diharapkan mampu menjaga efisiensi biaya serta daya saing Vale Indonesia di pasar komoditas global.

Perusahaan terus memantau dinamika kadar bijih dari area pertambangan untuk memastikan konsistensi output pabrik. Dengan selesainya perbaikan krusial pada Furnace III, manajemen optimistis seluruh target operasional tahun 2026 akan terealisasi sesuai proyeksi awal.