SEMARANG – PT PLN (Persero) menegaskan bahwa rencana pengeboran eksplorasi panas bumi di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipastikan tidak akan menyentuh area Candi Gedong Songo. Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kerusakan situs cagar budaya peninggalan Mataram Kuno tersebut.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Ferdyan Hijrah Kusuma, menjelaskan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) saat ini masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Proyek tersebut belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran fisik di lapangan.
“Sampai saat ini proyek PLTP Gunung Ungaran masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Kami belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran,” ujar Ferdyan pada Senin (7/9).
Ia menambahkan, penentuan titik pengeboran nantinya akan didasarkan pada hasil kajian teknis yang komprehensif. Pihak perusahaan berkomitmen mematuhi ketentuan zonasi serta aturan perlindungan cagar budaya yang berlaku di wilayah tersebut.
Kekhawatiran publik sebelumnya mencuat melalui petisi daring yang ditandatangani ribuan warga. Selain aspek cagar budaya, masyarakat juga menyoroti potensi dampak proyek terhadap keberlangsungan sumber air di sekitar Gunung Ungaran.
Warga khawatir kegiatan eksplorasi akan mengganggu ketersediaan air bagi kebutuhan domestik maupun sektor pertanian. Mengingat peran vital Gunung Ungaran sebagai penyedia air, masyarakat menuntut adanya transparansi informasi dan kajian mendalam sebelum proyek berlanjut.
Menanggapi hal tersebut, PLN menyatakan akan melakukan kajian menyeluruh yang mencakup aspek teknis, keselamatan, lingkungan, sosial, dan tata ruang. Aspek kebutuhan air dan dampak lingkungan menjadi prioritas utama dalam proses evaluasi sebelum tahap eksplorasi dimulai.
“PLN memahami keberadaan sumber air dan keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat merupakan perhatian penting. Kami akan memastikan setiap tahapan mempertimbangkan masukan serta aspirasi masyarakat,” jelas Ferdyan.
Sebelum menentukan lokasi sumur, PLN akan melakukan penelitian geologi dan geofisika secara mendalam. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi bawah permukaan, termasuk struktur batuan, aliran air, dan panas bumi sebagai dasar teknis yang aman.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengawal proses sosialisasi kepada warga agar rencana pengembangan energi terbarukan ini berjalan kondusif. Pihak pemerintah berkomitmen agar proyek geotermal selaras dengan kemandirian energi dan perlindungan lingkungan.
Pengembangan PLTP Gunung Ungaran merupakan bagian dari target nasional PLN untuk meningkatkan kapasitas terpasang geotermal menjadi 7,9 gigawatt (GW) pada 2033. Secara keseluruhan, PLN tengah menyiapkan 110 proyek panas bumi di berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Hingga saat ini, PLN terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan daerah, untuk memastikan seluruh tahapan proyek dilakukan sesuai regulasi. Aspirasi masyarakat akan terus diakomodasi sebagai bagian integral dari proses perencanaan proyek.






