JAKARTA – Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan Sabtu (5/9/2026). Logam mulia tersebut anjlok sebesar Rp 30.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan pemantauan pada situs resmi Logam Mulia per pukul 08.45 WIB, harga pecahan satu gram emas Antam kini berada di level Rp 2.640.000. Angka ini menunjukkan pelemahan dari posisi harga pada Jumat (4/9/2026) yang sempat bertengger di angka Rp 2.670.000 per gram.
Penurunan harga juga terjadi pada layanan buyback atau harga beli kembali emas oleh Antam. Saat ini, harga buyback dipatok pada angka Rp 2.493.000 per gram.
Nilai tersebut mencerminkan koreksi sebesar Rp 30.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Jumat (4/9/2026) yang sebelumnya berada di level Rp 2.523.000 per gram. Penyesuaian harga ini berlaku serentak untuk seluruh unit penjualan Logam Mulia di tanah air.
Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan per Sabtu (5/9/2026) sebelum dikenakan pajak:
Pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 1.370.000. Sementara itu, untuk pecahan 1 gram dipatok sebesar Rp 2.640.000.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas 5 gram tersedia dengan harga Rp 12.975.000. Pecahan 10 gram dijual seharga Rp 25.895.000, sedangkan pecahan 25 gram berada di angka Rp 64.612.000.
Selanjutnya, harga emas 50 gram tercatat senilai Rp 129.145.000. Untuk kepingan 100 gram, investor perlu mengeluarkan dana sebesar Rp 258.212.000.
Pecahan besar lainnya seperti 250 gram dibanderol Rp 645.265.000. Adapun emas 500 gram dijual seharga Rp 1.290.320.000.
Pecahan terbesar yakni 1.000 gram atau satu kilogram kini dipatok pada harga Rp 2.580.600.000. Perlu dicatat bahwa harga yang tertera belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Logam Mulia Antam menyediakan berbagai ukuran berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Perbedaan harga per gram pada setiap pecahan disebabkan oleh biaya cetak yang berbeda-beda.
Secara umum, harga per gram untuk emas batangan berukuran kecil cenderung lebih mahal dibandingkan dengan ukuran yang lebih besar. Fenomena ini merupakan standar operasional dalam industri emas batangan di Indonesia.
Harga emas 1 kilogram sering kali dijadikan tolok ukur bagi para pelaku bisnis emas di pasar domestik. Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan sentimen pasar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.






